OJK Dorong Ekspor Durian Sulteng Lewat Pelatihan dan Business Matching

waktu baca 2 menit
OJK Sulteng menggelar Pelatihan Ekspor dan Business Matching. (FOTO: OTORITAS JASA KEUANGAN)

Palu – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar Pelatihan Ekspor dan Business Matching bagi pelaku usaha packing house komoditas durian di Hotel Khas Palu.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis memperkuat daya saing durian Sulteng agar mampu menembus pasar global.

Sulteng dikenal sebagai salah satu daerah penghasil durian unggulan. Namun, sebagian besar produk masih dijual segar di pasar lokal sehingga nilai tambahnya belum maksimal.

Melalui pelatihan ini, OJK bersama TPAKD dan lembaga jasa keuangan membekali pelaku usaha dengan pengetahuan terkait prosedur ekspor, standar mutu internasional, sistem ketertelusuran produk, strategi pemasaran digital, hingga akses pembiayaan dan asuransi ekspor.

Acara dibuka dengan sambutan Balai Karantina, Kepala OJK Sulteng, serta perwakilan Gubernur Sulawesi Tengah. Selanjutnya dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Balai Karantina, Dinas Pangan, BPR Binarta Luhur, dan sejumlah packing house durian.

Peserta juga menerima materi dari berbagai pihak, antara lain Bank Indonesia, Bea Cukai, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta pelaku jasa keuangan.

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, mengapresiasi inisiatif ini. Ia menekankan bahwa durian Sulteng harus menjadi ikon ekonomi kreatif yang tidak hanya dipasarkan segar, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah untuk membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, dan memperkuat branding daerah di pasar internasional.

“Pelatihan ini adalah peluang besar bagi pelaku usaha durian untuk memperluas wawasan dan jejaring, sekaligus meningkatkan kualitas agar durian Sulawesi Tengah mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala OJK Sulteng, Bonny Hardi Putra, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan pelaku usaha.

“Melalui pelatihan ekspor dan business matching ini, kami ingin memastikan pelaku usaha lokal tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga mendapatkan dukungan akses pembiayaan, pasar, dan ekosistem usaha yang inklusif untuk mendorong ekspor berkelanjutan,” ungkap Bonny, 10 September 2025.*

Tinggalkan Balasan