Langkah Awal Gufran Ahmad Usai Terpilih sebagai Ketua Kadin Sulteng
Palu – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tengah (Sulteng), Gufran Ahmad, mulai menyiapkan langkah besar untuk membenahi organisasi yang akan dipimpinnya selama empat tahun ke depan.
Pembenahan itu tidak hanya menyasar internal organisasi, tetapi juga memperkuat peran Kadin sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Gufran mengusung visi “Kadin Berani” sebagai rumah besar dunia usaha yang mampu menciptakan ekosistem investasi mandiri dan kolaboratif guna menunjang pembangunan ekonomi Sulawesi Tengah.
Dalam dokumen visi dan misinya, Gufran menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kadin Sulawesi Tengah sebagai organisasi yang modern, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan pelaku usaha.
“Kadın Berani sebagai rumah besar bagi dunia usaha untuk menciptakan ekosistem investasi yang mandiri dan kolaboratif guna menunjang pembangunan ekonomi Sulawesi Tengah,” ungkap Gufran, di kediamannya, Jumat, 29 Mei 2026.
Untuk mewujudkan visi tersebut, terdapat lima misi utama yang akan dijalankan, yakni revitalisasi rumah besar Kadin, restrukturisasi organisasi, pengembangan sistem informasi bisnis, mediasi ekosistem investasi, serta penguatan kemitraan strategis dengan pemerintah daerah.
Gufran menegaskan bahwa fokus awal kepemimpinannya adalah memperkuat fondasi organisasi. Dia menyebut Kadin harus kembali menjadi “rumah besar” bagi dunia usaha, sehingga pembenahan kelembagaan menjadi prioritas utama pada masa awal kepengurusannya.
“Kalau kita bicara rumah besar dunia usaha, maka yang pertama harus dibenahi adalah rumahnya dulu. Karena itu, kami akan melakukan rehabilitasi dan renovasi kantor Kadin Sulawesi Tengah,” ujar Gufran.
Menurutnya, kantor Kadin yang selama ini menjadi aset organisasi akan tetap dipertahankan sebagai pusat aktivitas organisasi. Selain rehabilitasi gedung, ia juga mulai menyiapkan sistem digitalisasi organisasi sebagai bagian dari modernisasi tata kelola Kadin.
Langkah lain yang kini sedang dipersiapkan adalah proses pembentukan kepengurusan baru. Gufran mengaku tidak ingin sekadar menyusun struktur formal organisasi, tetapi ingin menghadirkan pengurus yang benar-benar memiliki kapasitas dan semangat membangun dunia usaha di Sulawesi Tengah.
Untuk itu, ia berencana menerapkan pola open recruitment atau rekrutmen terbuka dengan standar dan kualifikasi ketat. Menurutnya, Kadin membutuhkan figur-figur yang memiliki jiwa entrepreneur, kemauan mengabdi di organisasi, serta semangat berkolaborasi demi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Saya membuka ruang bagi siapa saja, terutama anak-anak muda dan pengusaha startup yang punya ide-ide baru serta semangat berorganisasi. Semua potensi di Sulawesi Tengah harus kita rangkul,” kata Gufran.
Setelah struktur kepengurusan terbentuk, Kadin Sulteng juga akan menggelar retreat kepengurusan sebagai bagian dari pembinaan mental organisasi. Kegiatan tersebut dirancang untuk membangun solidaritas internal, memperkuat kerja sama antarpengurus, serta menanamkan semangat pengabdian dalam organisasi.
Selain pembentukan organisasi, Gufran menargetkan pelaksanaan rapat kerja provinsi sebagai forum untuk menyusun program strategis jangka pendek hingga jangka panjang. Mantan Ketua Kadin Kota Palu itu mengaku belum ingin berbicara terlalu jauh mengenai program kerja sebelum seluruh pembahasan dilakukan secara kolektif melalui mekanisme organisasi.
Meski demikian, ia memastikan agenda 100 hari pertama kepemimpinannya akan difokuskan pada rehabilitasi kantor, pelantikan pengurus, dan pelaksanaan rapat kerja organisasi.
Dalam menjalankan roda organisasi, Gufran juga mengaku akan mengadopsi sejumlah program yang sebelumnya dijalankan saat memimpin Kadin Kota Palu. Salah satu program yang akan dibawa ke tingkat provinsi adalah “Ayo Berkadin”, yang bertujuan memperluas keterlibatan pelaku usaha dalam organisasi.
Menurutnya, sesuai amanat Keputusan Presiden (Keppres) No. 10/2017 Pasal 4 Anggaran Rumah Tangga (ART) Kadin, seluruh pelaku usaha memang seharusnya menjadi bagian dari Kadin. Karena itu, ia ingin menjadikan Kadin Sulawesi Tengah sebagai organisasi yang inklusif dan terbuka bagi seluruh kalangan pengusaha.
Di sisi lain, Gufran menegaskan posisi Kadin sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Ia memastikan Kadin Sulawesi Tengah akan mendukung penuh visi dan program ekonomi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, khususnya dalam implementasi program “BERANI”.
“Kadin akan fokus mendukung program ekonomi pemerintah daerah. Kami akan membangun kolaborasi dengan pemerintah, perbankan, investor, dan stakeholder lainnya agar iklim investasi di Sulawesi Tengah semakin sehat,” ujar Gufran.
Menurut Gufran, salah satu tugas penting Kadin ke depan adalah menginventarisasi berbagai persoalan dunia usaha, mulai dari hambatan investasi, persoalan perizinan, hingga kendala akses pembiayaan. Langkah tersebut dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah tetap terjaga di tengah kondisi ekonomi global yang sedang tidak menentu.
Dia menilai Sulawesi Tengah memiliki posisi strategis karena saat ini termasuk daerah dengan pertumbuhan ekonomi terbaik lima besar di Indonesia. Karena itu, stabilitas investasi dan keterlibatan pelaku usaha lokal harus menjadi perhatian utama.
Gufran juga menyoroti pentingnya keterlibatan pengusaha lokal dalam berbagai proyek investasi dan Program Strategis Nasional (PSN) yang berkembang di Sulawesi Tengah. Menurutnya, selama ini pelaku usaha lokal masih sering hanya menjadi penonton di daerah sendiri.
“Kami tidak ingin pengusaha lokal hanya menjadi penonton. Kadin harus dilibatkan dalam investasi yang masuk, termasuk PSN. Harus ada kemitraan yang jelas antara investor dan pelaku usaha lokal,” tegasnya.
Selain sektor industri dan investasi besar, Kadin Sulawesi Tengah juga mulai memperluas perhatian pada sektor komoditas unggulan daerah. Dalam waktu dekat, Gufran dijadwalkan mendampingi Gubernur Sulawesi Tengah bersama sejumlah stakeholder melakukan kunjungan ke China untuk menindaklanjuti kerja sama ekspor durian antara Provinsi Sulawesi Tengah dan Provinsi Sichuan.
Ia menyebut kerja sama tersebut bukan hanya terkait ekspor durian, tetapi juga membuka peluang pengembangan komoditas pertanian dan perkebunan lainnya dari Sulawesi Tengah ke pasar internasional.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mencatat, sejak Januari hingga 12 April 2026, Sulawesi Tengah telah mengekspor 151 kontainer durian beku ke Tiongkok dengan total volume mencapai 4.077 ton senilai Rp377,5 miliar.
Di sektor kawasan ekonomi lain, Gufran turut menyoroti perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu. Menurutnya, kawasan yang telah ditetapkan sejak beberapa tahun lalu itu perlu dievaluasi secara serius agar benar-benar mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Tengah.
“Kita harus evaluasi apa kendalanya sehingga investasi di KEK Palu berjalan lambat. Ini penting karena kawasan itu punya potensi besar membuka lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Dia memastikan persoalan KEK akan menjadi salah satu prioritas pembahasan dalam kepengurusan baru Kadin Sulawesi Tengah. Diketahui, komitmen investasi senilai 20 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp342,8 miliar masuk dari PT Lingkar Nusantara Gas (LNG) untuk pengembangan infrastruktur energi di kawasan tersebut.
Tak hanya itu, Gufran juga menyatakan dukungan terhadap berbagai program strategis pemerintah, termasuk rencana pengaktifan kembali Kawasan Pangan Nasional (KPN). Menurutnya, sepanjang program tersebut memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah, Kadin siap memberikan dukungan.
Bagi Gufran, keberhasilan Kadin Sulawesi Tengah ke depan tidak bisa dibangun secara individual. Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, investor, dan masyarakat.
“Saya tidak mungkin bekerja sendiri. Kadin harus menjadi organisasi yang solid dan mampu memberi peran nyata terhadap keberlanjutan dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah,” ujar Gufran. RIL
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.









