Kesbangpol Sulteng Tekankan Peran Masyarakat Sangat Penting dalam Pilkada Serentak 2024

waktu baca 2 menit
Ketua Kesbangpol Sulteng, Arfan, saat membawakan materi tentang pendidikan politik di kegiatan yang diselenggarakn oleh Puskin Leksekda Sulteng. (Foto: Infosulteng.id/Fahril)

INFOSULTENG.ID, Palu – Ketua Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Tengah (Sulteng), Arfan, menyampaikan pandangannya mengenai pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 dalam kegiatan Pendidikan Politik yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Kinerja Legislatif dan Eksekutif Daerah (Puskin Leksekda) Sulteng, pada Rabu13 November 2024.

Dalam arahannya, Arfan menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam proses demokrasi, seraya mengingatkan bahwa pemilu tidak hanya tentang formalitas, tetapi juga pemahaman hak-hak warga negara yang bisa disampaikan secara santai tanpa harus kaku.

“Dasar hukum pemilihan kita adalah Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016. Namun, pengetahuan tidak selalu harus disampaikan secara formal. Kita bisa berdiskusi dengan santai tanpa mengikuti pola yang terlalu ketat, karena masyarakat sekarang sudah paham akan hak-hak mereka,” ungkap Arfan.

Arfan menekankan agar warga memastikan data kependudukan sudah terdaftar di laman KPU untuk mencegah kekecewaan jika kandidat pilihan mereka gagal terpilih hanya karena ketidaksiapan administratif.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung penyelenggaraan pemilu, baik dalam pemilihan presiden, legislatif, maupun pilkada. Pemerintah, melalui perangkat seperti Satpol PP dan Linmas, berperan dalam menjaga kelancaran pemilu di tiap TPS, sekaligus menyediakan fasilitas kampanye sesuai peraturan.

“Pemerintah juga memfasilitasi kampanye, tetapi hanya sebagai pendukung, bukan peserta. Kami sediakan sekretariat bagi KPU dan Bawaslu serta pastikan distribusi logistik berjalan lancar, termasuk melibatkan TNI dan Polri dalam menjaga keamanan,” tambahnya.

Kesbangpol Sulteng juga berupaya meningkatkan partisipasi pemilih melalui pendidikan politik, yang tidak hanya dilakukan saat menjelang pemilu. Di beberapa daerah, tingkat partisipasi pemilih bahkan sudah mencapai 91%, menandakan bahwa upaya edukasi politik berhasil menurut Arfan.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi, ujar Arfan, adalah distribusi logistik ke wilayah-wilayah sulit dijangkau, seperti di Morowali Utara, yang harus ditempuh dengan berjalan kaki selama dua hari.

“Ini adalah bukti pengorbanan para penyelenggara demi suksesnya pemilu, hingga ke pelosok desa,” kata Arfan.

Sebagai penutup, Arfan berharap agar seluruh elemen masyarakat, khususnya pemuda, dapat menjaga demokrasi tetap berjalan dengan baik dan mengikuti aturan dalam berkampanye.

“Kampanye harus dilakukan sesuai aturan, tanpa pelanggaran. Saya harap adik-adik yang hadir di sini bisa mengambil pelajaran untuk menjaga demokrasi kita tetap damai dan berjalan baik,” tutupnya. RIL

Tinggalkan Balasan