Karhutla Dekati Permukiman di Poso, Anwar Hafid Minta Petugas Tetap Siaga

waktu baca 2 menit
[radio_player id="2"]
Karhutla di perbatasan Desa Wuasa dan Desa Kaduwa, Kabupaten Poso, sempat mendekati pemukiman dan kebun milik warga. (FOTO: BPBD SULTENG)

Poso – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di perbatasan Desa Wuasa dan Desa Kaduwa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, sempat mendekati permukiman dan kebun warga pada Sabtu (24/10/2026).

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengerahkan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mobil pemadam kebakaran, dan tangki air ke lokasi kebakaran.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menginstruksikan BPBD untuk menangani kebakaran tersebut. Meski api dilaporkan berhasil dipadamkan, petugas tetap disiagakan untuk mengantisipasi kemunculan titik api baru.

Anwar menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas dalam penanganan karhutla, terutama di kawasan yang berdekatan dengan permukiman dan lahan perkebunan masyarakat.

“Saya telah memerintahkan BPBD Provinsi Sulawesi Tengah untuk segera mengerahkan personel dan peralatan yang dibutuhkan guna memastikan kebakaran dapat ditangani dengan cepat. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” kata Anwar, Minggu (25/10/2026).

Ia juga meminta petugas terus memantau kondisi di lapangan agar kebakaran tidak kembali terjadi dan meluas ke area yang dapat mengancam aktivitas warga.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah Asbudianto mengatakan, personel BPBD telah turun ke lokasi sejak Kamis pekan lalu untuk memastikan kondisi kebakaran terkendali.

Namun, pihaknya kembali menerima laporan dari masyarakat mengenai kebakaran di kawasan hutan yang sempat mendekati permukiman.

“Sejak Kamis pekan lalu, personel kami sudah turun untuk memastikan api benar-benar padam. Namun, kami kembali menerima laporan dari masyarakat mengenai munculnya kebakaran di kawasan hutan yang hampir mendekati permukiman warga. Kondisi tersebut berhasil diatasi, dan kami terus melakukan langkah antisipasi agar api tidak meluas,” ujar Asbudianto.

Menindaklanjuti arahan gubernur, BPBD Sulteng berkoordinasi dengan camat setempat dan masyarakat untuk memperkuat penanganan kebakaran. Sejumlah personel, mobil pemadam, dan tangki air dikerahkan untuk mendukung upaya pemadaman serta pemantauan di kawasan tersebut.

Asbudianto menjelaskan, petugas juga akan difokuskan pada titik-titik yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran. Langkah ini dilakukan agar penanganan dapat menjangkau area yang berpotensi menjadi lokasi penyebaran api.

“Personel akan kami fokuskan di titik-titik yang tidak dapat diakses mobil pemadam. Kami juga terus berkoordinasi dengan camat dan masyarakat setempat agar upaya pemadaman dan pemantauan berjalan optimal,” katanya.

BPBD Sulteng mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan titik api baru.

Pemantauan di perbatasan Desa Wuasa dan Desa Kaduwa akan terus dilakukan bersama pemerintah setempat dan masyarakat untuk mencegah kebakaran kembali meluas, sekaligus melindungi permukiman dan kebun warga dari ancaman karhutla.

Tinggalkan Balasan