Gubernur Sulteng Pastikan Kebutuhan Warga Terdampak Gempa Terpenuhi

waktu baca 3 menit
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, tinjau langsung warga Kabupaten Sigi yang terdampak gempa bumi. (FOTO: Humas Pemprov Sulteng)

Sigi – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, meninjau langsung lima desa terdampak gempa bumi di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Rabu, 17 Juni 2026, untuk memastikan penanganan darurat dan kebutuhan dasar masyarakat segera terpenuhi.

Lima desa yang dikunjungi yakni Bulili, Sopu, Kadidia, Kamarora A, dan Kamarora B. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Kapolda Sulawesi Tengah, Pangdam, perwakilan BNPB Pusat, Danrem, serta unsur Forkopimda lainnya.

Selain melakukan peninjauan lapangan, rombongan juga menggelar rapat bersama para kepala desa untuk mendengarkan secara langsung kondisi dan kebutuhan mendesak masyarakat pascagempa.

Hasil pertemuan menunjukkan sejumlah kebutuhan prioritas yang harus segera dipenuhi, di antaranya air bersih, terpal atau tenda darurat, obat-obatan, selimut, serta perlengkapan untuk anak-anak. Ketersediaan air bersih menjadi perhatian utama karena beberapa sumber air warga tertutup material longsor akibat gempa.

“Kami baru saja rapat dengan seluruh kepala desa. Masyarakat menyampaikan kebutuhan utama mereka adalah tenda karena masih takut tinggal di dalam rumah. Selain itu, mereka membutuhkan air minum bersih karena sumber air tertutup longsor, serta obat-obatan dan selimut untuk anak-anak,” kata Gubernur Anwar Hafid.

Dari lima desa yang terdampak, Kamarora B menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan. Trauma masih dirasakan warga, bahkan seorang ibu dilaporkan terpaksa melahirkan di tenda darurat karena masih dibayangi ketakutan akibat bencana gempa dan pengalaman pahit peristiwa tahun 2018.

Sebagai langkah tanggap darurat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah segera menyalurkan 550 unit tenda terpal, bahkan dengan jumlah yang melebihi kebutuhan saat ini sebagai langkah antisipasi apabila terjadi perkembangan situasi di lapangan. Selain itu, bantuan berupa selimut dan tenda portabel juga akan didistribusikan kepada masyarakat.

Pemerintah Provinsi juga menyalurkan sekitar 650 paket sembako bagi warga terdampak. Berdasarkan data sementara, sekitar 550 kepala keluarga mengalami dampak pada tempat tinggal mereka.

Namun, sebagian besar warga memilih tetap berada di sekitar rumah masing-masing dan tidak mengungsi secara kolektif demi menjaga keamanan harta benda.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, Pemerintah Provinsi melalui Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) akan melakukan suplai air bersih setiap hari hingga kondisi sumber air masyarakat kembali normal.

“Insya Allah sore ini seluruh kebutuhan darurat akan kami siapkan. Tahap awal yang paling penting adalah menyelamatkan masyarakat dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” tegas Anwar Hafid.

Di sisi lain, pemerintah juga tengah melakukan asesmen terhadap rumah-rumah warga guna menentukan tingkat kerusakan, baik rusak ringan maupun rusak berat. Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Gubernur turut mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan tanpa harus panik. Berdasarkan informasi dari BMKG, intensitas gempa susulan menunjukkan tren yang terus melemah dibandingkan saat awal kejadian.

“Saya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan situasi saat beraktivitas. Namun tidak perlu panik karena berdasarkan informasi BMKG, gempa susulan semakin melemah dan mudah-mudahan segera berakhir,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Tengah untuk mendoakan warga terdampak agar diberikan keselamatan, kesehatan, dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.

Sementara itu, pemerintah daerah telah mengambil langkah antisipatif dengan meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama seluruh unsur terkait memastikan penanganan darurat bencana terus dilakukan secara maksimal hingga kondisi masyarakat kembali aman dan normal.

Tinggalkan Balasan