Festival Kopi Sigi 2024: Promosi Potensi Daerah Melalui Kopi, Budaya, dan Pariwisata
INFOSULTENG.ID, Sigi – Kawasan Wisata Paralayang Wayu, Kecamatan Marawola Barat, menjadi saksi meriahnya Festival Kopi Sigi yang ditutup pada Sabtu (21/12).
Acara ini dihadiri oleh Bupati Sigi terpilih periode 2024-2029, Muhammad Rizal Intjenae, yang sekaligus menjabat Ketua Dewan Pembina Kesenian Kabupaten Sigi. Festival bertema “Kamai Manginu Kopi Ri Sigi” (Mari Minum Kopi di Sigi) ini menjadi ajang promosi unggulan daerah, meliputi kopi, pariwisata, dan budaya lokal.
Dalam sambutannya, Rizal menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kabupaten Sigi lebih maju dan berkelanjutan melalui sektor pertanian dan pariwisata. Ia menyebut kawasan Paralayang Wayu sebagai destinasi unggulan yang perlu terus dikembangkan.
“Keindahan Paralayang Wayu ini luar biasa. Festival seperti ini harus kita manfaatkan untuk mempromosikan budaya dan pariwisata Sigi,” ujar Rizal.
Tak hanya menyoroti potensi kopi, Rizal juga menekankan pentingnya budaya sebagai nilai jual utama. Ia mengajak pemangku kepentingan untuk menggali dan melestarikan budaya lokal, seperti tarian tradisional, agar dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
“Kalau Bali menjual budaya lewat tarian, kita juga bisa. Tadi di festival ini sudah ada penampilan dari sanggar seni. Hal seperti ini harus kita lestarikan untuk memperkenalkan wisata, produk unggulan, dan budaya Sigi,” tambahnya.
Rizal juga menyampaikan rencananya melanjutkan program pengembangan ruang terbuka hijau di Taman Taiganja dan Gedung Kesenian peninggalan Bupati sebelumnya, Irwan Lapata. Gedung tersebut, kata Rizal, akan digunakan untuk menggali dan mempromosikan kebudayaan daerah.
“Kita butuh ikon budaya khas Sigi, seperti tarian dero dari Poso, yang bisa menarik wisatawan. Saya harap Dewan Kesenian dapat berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif,” tegasnya.
Dalam konteks kopi, Rizal mengajak petani dan pengusaha lokal untuk meningkatkan produktivitas dengan pendekatan berbasis komunitas.
“Pengembangan kopi bukan hanya soal kualitas, tetapi juga strategi pemasaran yang mampu berkontribusi pada ekonomi daerah. Mari kita jadikan kopi Sigi sebagai komoditas unggulan yang dikenal luas,” ujarnya, seraya mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya menjadikan kekayaan lokal sebagai kekuatan ekonomi.
Rizal berharap Festival Kopi Sigi dapat menjadi agenda tahunan yang lebih meriah dan mampu mengangkat nama Sigi sebagai destinasi wisata berbasis pertanian dan budaya.
“Kita ingin menjual keindahan alam sekaligus nilai budaya dan cita rasa lokal yang khas,” pungkasnya.
Acara ini dihadiri berbagai kalangan, termasuk penggiat seni, pengusaha kopi, dan masyarakat umum yang antusias mendukung pengembangan potensi Kabupaten Sigi. RIL
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







