INFOSULTENG.ID, Palu – Perekonomian Sulawesi Tengah terus menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 9,08% pada kuartal III tahun 2024, menjadikannya provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua setelah Papua Barat.

Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor industri pengolahan dan ekspor, yang memberikan kontribusi besar terhadap ekonomi nasional dan regional Sulawesi.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Tengah (Sulteng) menyampaikan bahwa kinerja ekonomi Sulteng semakin solid, didukung oleh surplus neraca perdagangan dan peningkatan realisasi belanja negara.

Ekspor Sulteng mencapai US$6,24 miliar, naik 91,6% dibandingkan Desember 2023, sementara neraca perdagangan surplus sebesar US$74,94 miliar sepanjang 2024.

Pendapatan negara di Sulawesi Tengah juga mencatat pencapaian impresif dengan realisasi mencapai Rp13,96 triliun atau 102,04% dari target 2024. Pajak dalam negeri menjadi kontributor utama dengan penerimaan sebesar Rp10,89 triliun, tumbuh 22,35% secara tahunan (yoy).

Selain pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) turut menunjukkan kinerja luar biasa dengan realisasi Rp1,18 triliun (189,81% dari target), didominasi oleh pendapatan jasa pendidikan, izin keimigrasian, dan kepelabuhanan.

Di sisi pengeluaran, realisasi belanja negara mencapai Rp21,75 triliun, dengan fokus utama pada:

  1. Infrastruktur: Pembangunan jalan baru sepanjang 29 km, irigasi 541 km, dan preservasi 54 meter jembatan.
  2. Sosial: Bantuan rehabilitasi sosial untuk 3.695 jiwa, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.
  3. Pendidikan: 16,7 ribu siswa penerima BOS dan 1.098 mahasiswa penerima KIP Kuliah.
  4. Kesehatan: Peningkatan kualitas layanan serta penyediaan alat bantu untuk penyandang disabilitas.

Meskipun menghadapi kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah tetap berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Stimulus ekonomi difokuskan untuk mengendalikan harga kebutuhan primer, meningkatkan kualitas SDM, dan mendorong investasi di sektor produktif.

Dengan kinerja fiskal yang solid, Sulawesi Tengah optimistis mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tahun 2025, sejalan dengan visi pembangunan nasional.*