Dorong Ketahanan Pangan, Pemkab Donggala Genjot Gerakan Tanam Petarung

waktu baca 2 menit
Bupati Donggala, Bera Elena Laruni saat menanam padi secara simbolis.(FOTO: DOK. HUMAS PEMKAB DONGGALA)

DONGGALA– Pemerintah Kabupaten Donggala mendorong peningkatan produksi pertanian melalui program Gerakan Tanam Petarung (Petani Tangguh Rakyat Untung) yang diluncurkan di lahan persawahan Desa Watatu, Kecamatan Banawa Selatan, Jumat (4/7/2025). Inisiatif ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani di daerah tersebut.

Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, mengatakan bahwa program ini bukan sekadar seremoni tanam padi, tetapi merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun sektor pertanian yang lebih produktif, tangguh, dan berkelanjutan. “Lebih dari 60 persen warga Donggala menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Pemerintah harus hadir memastikan sektor ini terus tumbuh dan berdaya saing,” ujarnya di sela kegiatan.

Pemkab Donggala, lanjut Vera, telah menyiapkan berbagai bentuk dukungan, mulai dari penyediaan benih, pupuk, alat dan mesin pertanian, hingga perluasan akses pasar. Menurutnya, langkah-langkah ini hanya akan berhasil apabila didukung partisipasi aktif petani dan seluruh elemen masyarakat.

Gerakan Tanam Petarung diarahkan untuk menyasar tiga subsektor strategis, yakni tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Selain kegiatan penanaman bibit padi, pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan berupa benih, pupuk hayati cair, serta surat tanda daftar budidaya perkebunan kepada sejumlah kelompok tani di Banawa Selatan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Donggala, Bambang Widiyanto, menyatakan komitmennya memperkuat kelembagaan petani dan sistem penyuluhan pertanian. “Petani tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri. Negara harus hadir, dan kita semua harus menjadi bagian dari solusi,” ujarnya.

Program Gerakan Tanam Petarung juga menjadi salah satu bentuk adaptasi terhadap tantangan pertanian ke depan, termasuk perubahan iklim, fluktuasi harga, dan ketergantungan pada bahan impor.

Kegiatan di Desa Watatu itu turut dihadiri jajaran Forkopimda Donggala, Ketua DPRD Kabupaten Donggala, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, serta akademisi dari Fakultas Pertanian Universitas Tadulako.ALB

Tinggalkan Balasan