Donggala – Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Donggala pada Minggu, 11 Januari 2026, menyebabkan banjir dan melanda sejumlah wilayah. Terhitung sejak hari ini, Senin, 12 Januari 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala mencatat ada 22 desa terdampak dari empat kecamatan.

Desa terdampak tersebut diantaranya seperti Wani I, II, dan III, Wani Lumbumpetigo, Labuan Kungguma, Labuan Toposo, Labuan Lumbubaka, Labuan Induk, Ganti, Limboro, Wombo Induk, Wombo Kalonggo, Wombo Mpanau, Ape Maliko, Kaliburu, Enu, Tibo, Sumari, Kumbasa, Rio Mukti, Lero, dan Maleni. Sedangkan dua desa yang terdampak dan terisolir adalah Desa Labuan Toposo wilayah Dusun Sisere, dan Desa labuan Lumbubaka.

“Untuk sementara, itu wilayah yang sudah terdata,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Donggala, Mansyur, Senin, 12 Januari 2026.

Banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga menimbulkan kerusakan infrastruktur. Di Desa Wani I, Wani II, Labuan Kungguma, dan Ape Maliko, sekitar 10 rumah warga dilaporkan rusak. Selain itu, jembatan gantung yang menghubungkan Desa Labuan Kungguma, Labuan Lumbubaka, dan Kumbasa mengalami kerusakan berat.

Berdasarkan data sementara, di Desa Wani I tercatat tiga unit rumah hanyut terbawa arus banjir. Sementara itu, di Desa Wani III satu unit rumah terdampak dan jembatan penghubung antara Desa Wani III dan Desa Labuan Kungguma dilaporkan putus, sehingga akses antarwilayah tidak dapat dilalui. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, banjir juga menyebabkan sepeda motor 24 unit tertimbun lumpur dan tiga unit diduga hanyut terbawa arus banjir, serta dua unit mobil tertimbun material di Dusun Sisere, Desa Labuan Toposo.

Kerusakan juga terjadi di jalur vital. Di Desa Lero, jembatan pada ruas Jalan Trans Sulawesi dilaporkan hampir putus. Di Kelurahan Ganti, saluran drainase yang baru dibangun tersumbat material kayu, menyebabkan air meluap ke badan jalan dan merusak dapur beberapa rumah warga.

Akses jalan utama di Kelurahan Ganti sempat tertutup material banjir, namun pada Minggu sore sekitar pukul 15.00 WITA, jalur tersebut sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat setelah dilakukan pembersihan dan perbaikan darurat menggunakan alat berat.

Hingga kini, BPBD Donggala masih melakukan asesmen terhadap kerusakan fasilitas umum, rumah warga, serta pendataan jumlah pengungsi. BPBD mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir untuk tetap waspada dan siaga, mengingat kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

“Cuaca saat ini tidak menentu. Kami minta masyarakat tetap berhati-hati dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah,” ujar Mansyur.

Aktivitas alat berat masih berlangsung di Dusun Sisere, sehingga petugas belum dapat sepenuhnya menjangkau lokasi tersebut.

“Insya allah malam ini atas perintah gubernur kami sementara menggeser alat berat jenis eksavator ke dusun sisere,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng, Andy A Sembiring, Minggu malam, 11 Januari 2026. RIL