Bertemu Balai Kementerian PUPR, Anwar Hafid Singgung Kerusakan Jalan Galian C Hingga Pembangunan Waduk

waktu baca 2 menit
Anwar Hafid saat audiensi dengan UPT Balai Kementerian PUPR di ruang kerjanya. (FOTO: DOK HUMAS PEMPROV SULTENG)

INFOSULTENG.ID, Palu – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan sangat penting di wilayah Sulteng, demikian juga proyek irigasi, perbaikan jalan nasional, dan penyelesaian infrastruktur strategis lainnya.

Pembangunan waduk di Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Banggai menjadi rencana Anwar Hafid kedepan dalam pemerintahannya. Bagi Anwar, waduk itu sangat krusial demi menyelesaikan persoalan pengairan serta meminimalisir resiko banjir yang intens terjadi di kedua daerah itu yang disebabkan oleh perubahan iklim.

“Kalau kita bikin waduk, selain membantu irigasi, juga bisa mengurangi risiko banjir. Ini langkah strategis yang harus kita dorong,” ujar Anwar saat audiensi dengan UPT Balai Kementerian PUPR di ruang kerjanya, Jumat, 7 Maret 2025.

Ditengah kebijakan efisiensi anggaran infrastruktur secara nasional, Anwar menekankan agar kebijakan tersebut jangan sampai menghambat pembangunan infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Revisi anggaran bukan berarti memotong dana pembangunan. Kita harus memastikan proyek-proyek prioritas tetap berjalan,” katanya.

Kondisi jalan yang mengalami kerusakan parah di daerah pertambangan galian c seperti Watusampu dan sekitarnya mendapat sorotan Gubernur Sulteng ini. Pasalnya, jalan di daerah itu selalu dilintasi oleh kendaraan berat dari industri tambang. Perusahaan tambang di wilayah tersebut harus bertanggung jawab dalam menjaga infrastruktur jalan.

“Kalau mereka memakai jalan nasional, harus ada kontribusi dalam peningkatan kapasitas jalan. Jangan sampai masyarakat yang jadi korban,” tegas Anwar.

Gubernur juga mengusulkan solusi dengan membangun flyover khusus bagi kendaraan tambang agar tidak merusak jalan utama yang digunakan masyarakat.

“Kita tawarkan solusi, misalnya satu flyover besar yang bisa digunakan bersama oleh perusahaan tambang. Ini lebih baik daripada jalan nasional terus-menerus rusak,” ungkapnya.

Anwar rencananya akan mengadakan rapat koordinasi berkala setiap tiga hingga enam bulan sekali untuk memantau progres pembangunan infrastruktur di Sulteng.

Dia juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal usulan daerah hingga ke tingkat pusat.

“Saya akan dorong langsung ke Menteri PUPR dan Menko, agar Sulawesi Tengah mendapatkan porsi anggaran yang layak untuk pembangunan,” tutup Anwar. RIL

Tinggalkan Balasan