Bappeda Sulteng Buka Coaching dan Mentoring Penyusunan Roadmap Olahraga dan Pelayanan Kepemudaan
PALU – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Christina Shandra Tobondo, secara resmi membuka kegiatan Coaching dan Mentoring Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pelayanan Kepemudaan serta Roadmap Desain Olahraga Daerah untuk Kabupaten dan Kota tahun 2025-2029. Acara ini berlangsung di Ruang Nagana Bappeda Provinsi Sulteng pada Senin (21/10/2024).
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulteng Simon Sapary, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Irvan Aryanto, serta perwakilan Bappeda dan Dispora dari Kabupaten/Kota se-Sulteng.
Dalam sambutannya, Christina Shandra Tobondo menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bentuk advokasi dan asistensi kepada pemerintah daerah dalam penyusunan roadmap desain olahraga dan pelayanan kepemudaan, sesuai dengan peraturan Kementerian Pemuda dan Olahraga Nomor 15 Tahun 2023.
“Penyusunan roadmap ini penting untuk memastikan pembangunan kepemudaan dan olahraga di Sulteng berjalan optimal hingga tahun 2045,” jelas Shandra.
Ia juga memaparkan data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2023, yang menunjukkan bahwa populasi pemuda di Indonesia mencapai 64,16 juta jiwa atau 23,18 persen dari total penduduk.
Di Sulteng, jumlah pemuda usia 16-30 tahun tercatat sebanyak 808.435 jiwa, yang merupakan 25,62 persen dari total penduduk Sulteng.
Shandra turut mengapresiasi pencapaian Sulawesi Tengah dalam Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) tahun 2024 yang mencapai nilai 60,00, menempatkan provinsi ini di peringkat pertama secara nasional.
Dia juga memberikan penghargaan kepada Rian Hengky Ranonto, pemuda asal Tentena, Kabupaten Poso, yang meraih peringkat pertama dalam ajang Pemuda Pelopor Tahun 2024 kategori Pangan di tingkat nasional.
Prestasi olahraga juga menjadi sorotan dalam acara ini. Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024, kontingen Sulawesi Tengah berhasil meraih 8 medali emas, 7 medali perak, dan 20 medali perunggu, menempatkan Sulteng di peringkat 18 dari 39 kontingen.
Shandra berharap, pembangunan kepemudaan di Sulawesi Tengah mendapatkan perhatian khusus, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.
“Kami mendorong agar perangkat daerah yang belum menyusun RAD pelayanan kepemudaan dan desain olahraga segera melakukannya,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Deputi Kepeloporan Kemenpora RI, Mohamad Adsan, yang hadir secara virtual, menekankan pentingnya rencana aksi daerah untuk menciptakan pemuda berkualitas dan berdaya saing.
“Pemuda memiliki peran strategis sebagai kekuatan moral, spiritual, dan kontrol sosial dalam pembangunan nasional,” tutur Adsan.
Kegiatan ini juga diwarnai dengan penandatanganan komitmen bersama dan pembacaan komitmen kepemudaan, sebagai wujud komitmen bersama untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan Sulawesi Tengah. RIL
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.









