Ahmad Ali Resmikan Masjid Mart: Ikhtiar Memakmurkan Masjid dan Ekonomi Umat

waktu baca 2 menit
Ahmad Ali ketika meresmikan Masjid Mart di kompleks Masjid Jami Al-Istiqomah di Donggala. (Foto: IST)

INFOSULTENG.ID, Donggala – Ketua Umum Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulawesi Tengah, Ahmad HM Ali, meresmikan Masjid Mart di kompleks Masjid Jami Al-Istiqomah, Desa Labuan Lelea, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, pada Senin, 25 November 2024.

Terobosan ini menjadi swalayan pertama yang berdiri di lingkungan masjid di Sulawesi Tengah dan diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi umat.

Masjid Mart merupakan unit usaha inovatif yang keuntungannya disalurkan untuk pembangunan dan pengembangan masjid. Dalam sambutannya, Ahmad Ali menyatakan bahwa Masjid Mart adalah bagian dari visinya untuk memakmurkan masjid sekaligus memanfaatkan masjid sebagai motor penggerak ekonomi keumatan.

“Masjid Mart ini adalah cita-cita saya untuk mengimplementasikan visi DMI: memakmurkan masjid dan dimakmurkan oleh masjid. Semoga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dengan harga terjangkau sekaligus berkontribusi pada pembangunan rumah ibadah,” ujar Ahmad Ali.

Ahmad Ali juga menambahkan, seluruh bangunan dan modal awal Masjid Mart diwakafkan olehnya untuk DMI. Ia berharap ke depan Masjid Mart dapat hadir di setiap kabupaten dan kecamatan di Sulawesi Tengah, sebagai sumber pendapatan berkelanjutan bagi masjid-masjid.

“Keuntungan dari Masjid Mart sepenuhnya untuk umat. Bahkan, sepuluh persen dari keuntungan akan disalurkan kepada masyarakat Palestina,” tandasnya.

Dukungan Positif dari MUI Sulteng

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tengah, Habib Ali Bin Muhammad Aljufri, memberikan apresiasi atas langkah inovatif DMI Sulteng ini. Menurutnya, keberadaan Masjid Mart adalah sebuah langkah besar yang dapat menjadi contoh bagi pengelolaan masjid lainnya.

“Ini masjid pertama dengan Masjid Mart. Semoga keberadaan swalayan ini tidak hanya ramai saat pembukaan, tetapi terus bermanfaat bagi masyarakat seterusnya,” kata Habib Ali.

Habib Ali juga berharap langkah ini bisa diikuti oleh masjid-masjid lain, bahkan unit usaha serupa dapat dikembangkan di rumah ibadah lainnya, seperti gereja dan pura, untuk membantu pendanaan tanpa mengandalkan sumbangan masyarakat.

Menggerakkan Ekonomi Umat

Masjid Mart menawarkan konsep swalayan yang tidak hanya melayani kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi sarana bagi umat Islam untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah. Selain itu, keuntungan yang dihasilkan akan digunakan untuk memakmurkan masjid dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya titipkan Masjid Mart kepada masyarakat untuk dirawat. Semoga ini menjadi aset umat yang terus berkembang,” harap Ahmad Ali.

Dengan peresmian Masjid Mart, Masjid Jami Al-Istiqomah kini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi umat yang membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat di sekitarnya.*

Tinggalkan Balasan