SDGs Center Untad Dorong Kolaborasi dan Aksi Nyata Menuju 2030
Palu – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tadulako menggelar kegiatan Capacity Building terkait pelokalan Sustainable Development Goals (SDGs) bagi SDGs Center dan pemerintah daerah.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 13 Mei 2026 di Ruang Conference Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako mulai pukul 08.00 Wita hingga selesai.
Kegiatan mengusung tema “Fasilitasi/Bimbingan Teknis Pelokalan SDGs bagi SDGs Center dan Pemerintah Daerah” sebagai bagian dari pendampingan menuju kompetisi SDGs Action Awards (SAA) dan SDGs Annual Conference (SAC) tahunan yang diselenggarakan oleh Bapppenas.
Ketua SDGs Center Universitas Tadulako, Prof Husnah, menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mendorong percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di daerah.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan rangkaian agenda capacity building yang sebelumnya difokuskan bagi pemerintah daerah, berkaitan dengan BIMTEK penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) SDGs, kemudian dilanjutkan hari ini dengan capacity Building untuk Perguruan Tinggi yang berkolobirasi dengan pemerintah daerah, Filatropi, Perusahaan besar dan NGO.
“RAD ini menjadi kewajiban pemerintah provinsi sesuai amanat Permendagri Nomor 7 Tahun 2018 dan Permendagri Nomor 111 Tahun 2024. Setiap daerah wajib melakukan sinkronisasi program mulai dari RPJMD hingga RPJMN nasional,” ujar Prof Husnah.
Dia menjelaskan, perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab dalam pencapaian target SDGs sebagaimana tertuang dalam indikator kinerja utama (IKU 7) perguruan tinggi (tertuang dalam Kepmenristekdikti No. 358 tahun 2025).
Untuk Universitas Tadulako, fokus pengembangan diarahkan pada Goals 1 tanpa kemiskinan, Goals 4 pendidikan berkualitas, Goals 17 Kemitraan (kategori Goals Wajib),serta Goals 2 Tanpa kelaparan dan Goals 13 tentang perubahan iklim (pilihan Goals Universitas Tadulako).
Prof Husnah mengungkapkan, SDGs Center Universitas Tadulako telah berdiri sejak September tahun 2023 dan berada dibawah LPPM Untad. Kehadiran pusat kajian tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak kolaborasi dan transfer pengetahuan terkait SDGs di Sulawesi Tengah.
“Tujuan kegiatan hari ini adalah memperkuat pencapaian SDGs, Motto SDGs sendiri adalah No One Left Behind, sehingga semua pihak wajib terlibat dalam pencapaian target SDGs 2030, termasuk mendukung Indonesia Emas 2045,” katanya.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan Universitas Tadulako mengikuti kompetisi Sustainable Development Goals Annual Award (SAA) yang digelar Bappenas.
Dalam ajang tersebut, perguruan tinggi, pemerintah daerah, NGO, hingga pelaku usaha akan mempresentasikan kontribusi dan capaian mereka terhadap implementasi SDGs di Indonesia.
“Kompetisi ini menjadi pemicu agar perguruan tinggi mampu menyusun laporan tahunan terkait capaian SDGs dan dapat berkompetisi di tingkat nasional,” jelasnya.
Prof Husnah menambahkan, kolaborasi yang dibangun tidak hanya melibatkan internal kampus, tetapi juga berbagai pemangku kepentingan seperti DLH kota dan provinsi, Bappeda, BPS, Baznas, perusahaan besar seperti CPM, NGO internasional GIZ, hingga Wahana Visi Indonesia.
Menurutnya, pelokalan SDGs menjadi sangat penting karena target pembangunan berkelanjutan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga harus diterapkan hingga tingkat daerah.
Ia menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlanjutan implementasi SDGs karena siklus akademisi yang lebih stabil dibandingkan birokrasi pemerintahan yang kerap mengalami pergantian pejabat.
“Masih banyak pihak yang belum memahami SDGs. Bahkan ada yang sebenarnya sudah menjalankan program terkait SDGs, tetapi belum menyadari bahwa itu bagian dari SDGs,” ujar Prof Husnah.
Karena itu, selain capacity building dan transfer knowledge, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendorong aksi nyata guna mempercepat pencapaian target SDGs yang tersisa beberapa tahun lagi menuju 2030.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tadulako, Dr. Lukman (mewakili sambutan dari Rektor Universitas Tadulako), menegaskan perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak perubahan sosial dan pembangunan berkelanjutan di daerah.
Menurut Dr Lukman, kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen bersama terhadap implementasi SDGs, khususnya di Sulawesi Tengah.
“Kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai forum peningkatan kapasitas teknis menuju kompetisi SDGs Action Awards, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan bersama untuk membangun budaya inovasi, kolaborasi, dan keberpihakan kepada masyarakat melalui implementasi SDGs,” ujarnya.
Dia menjelaskan, SDGs Action Awards yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas merupakan agenda tahunan nasional yang memberikan apresiasi terhadap inovasi, praktik baik, dan aksi nyata dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus pembuktian bahwa pembangunan berkelanjutan harus diwujudkan melalui kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dr Lukman mengatakan, kegiatan bimtek tersebut juga merupakan tindak lanjut dari Bimbingan Teknis Rencana Aksi Daerah (RAD) SDGs bersama Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah yang sebelumnya telah dilaksanakan.
“Ini menunjukkan adanya kesinambungan antara proses perencanaan, penguatan kapasitas, dan implementasi aksi nyata di lapangan. Dokumen RAD SDGs tidak boleh hanya menjadi dokumen administratif, tetapi harus benar-benar menjadi pedoman pembangunan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, prinsip utama dalam implementasi SDGs adalah “No One Left Behind” atau tidak ada satu pun yang tertinggal dalam proses pembangunan.
Menurutnya, pembangunan harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi, termasuk masyarakat desa, kelompok miskin, perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas, masyarakat adat, hingga kelompok rentan lainnya.
“Keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi atau jumlah program yang dilaksanakan, tetapi juga sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya secara adil, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dari unsur internal Universitas Tadulako, kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan kampus mulai dari Ketua Senat Universitas Tadulako Prof Dr H Djayani Nurdin, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr Eng Ir Andi Rusdin, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Prof Dr M Rusydi H, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr Ir Sagaf, hingga Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Dr.sc.agr Ir Aiyen.
Selain itu, hadir pula Kepala LPPM Untad Dr Lukman, M.Hum, jajaran LPPM, pimpinan LPMPP, Dekan FEB Untad Prof Dr Wahyuningsih, serta sejumlah kepala pusat dan unit penunjang akademik di lingkungan Universitas Tadulako.
Kegiatan tersebut juga melibatkan pimpinan perguruan tinggi di Kota Palu, di antaranya Rektor UIN Datokarama Palu Prof Dr H Lukman S Thahir, Rektor Universitas Muhammadiyah Palu Prof Dr H Rajindra, Rektor Universitas Alkhairaat Dr Muhammad Yasin, Direktur Universitas Terbuka Palu Wijanarko, serta Rektor Universitas Widya Nusantara Dr Tigor H Situmorang.
Dari unsur pemerintah daerah, undangan ditujukan kepada Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Plt Kepala Bappeda Kota Palu, Kepala DLH Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala DLH Kota Palu, Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tengah, hingga Kepala BPS Kota Palu.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga melibatkan berbagai mitra strategis seperti Baznas Provinsi Sulawesi Tengah, PT Citra Palu Minerals (CPM), Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah, PT Patra Niaga Pertamina, GIZ Sulawesi Tengah, WALHI Sulteng, Yayasan Tanah Merdeka, Wahana Visi Indonesia, Yayasan Sikola Mombine, hingga Komunitas Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) Sulawesi Tengah.
Sejumlah mahasiswa Universitas Tadulako juga turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan partisipasi generasi muda dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). RIL
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.









