Pemprov Segera Bayar UKT Mahasiswa Sulteng Penerima Beasiswa Berani Cerdas di UNHAS

waktu baca 2 menit
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza DP, saat melakukan kunjungan ke Kampus Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar. (FOTO: BIRO ADPIM PEMPROV SULTENG)

Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memastikan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan pendidikan generasi muda melalui Program Beasiswa BERANI Cerdas.

Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza DP, saat melakukan kunjungan ke Kampus Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar, guna memverifikasi data mahasiswa penerima beasiswa asal Sulawesi Tengah.

Dalam kunjungan itu, Firmanza menyampaikan bahwa Pemprov Sulawesi Tengah akan segera melakukan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang terdaftar sebagai penerima Beasiswa BERANI Cerdas.

“Kami ingin memastikan dan memverifikasi anak-anak kita yang sedang kuliah di UNHAS. Berdasarkan data sementara, ada sekitar 288 mahasiswa yang Insya Allah akan kita bayarkan UKT-nya,” ujar Firmanza, Selasa, 3 Februari 2026.

Dia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen menanggung seluruh kebutuhan pembelajaran mahasiswa penerima beasiswa selama mereka masih berstatus aktif menempuh pendidikan.

Pembayaran UKT nantinya akan dilakukan secara langsung ke pihak universitas melalui rektorat, guna menjamin ketepatan dan transparansi penyaluran.

“Pembayaran UKT akan kita lakukan langsung ke pihak rektorat atau kampus,” tegasnya.

Tak hanya itu, Firmanza juga memastikan adanya solusi bagi mahasiswa penerima beasiswa yang telah lebih dahulu membayar UKT secara mandiri. Program unggulan yang digagas Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, tersebut turut menyiapkan skema pengembalian dana sebagai bentuk perlindungan dan keadilan bagi mahasiswa.

“Bagi anak-anak kita yang sudah terlanjur membayar UKT lebih dulu, Insya Allah akan kita kembalikan melalui pihak kampus dengan melampirkan bukti pembayaran,” tandas Firmanza.

Langkah ini menjadi wujud nyata keberpihakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terhadap akses pendidikan tinggi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memastikan tidak ada mahasiswa asal Sulteng yang tertinggal karena kendala biaya.*

Tinggalkan Balasan