Kecelakaan di Lokasi PETI Poboya, Truk Terperosok ke Lubang Galian

waktu baca 2 menit
Gambar hanya ilustrasi. (FOTO: ISTIMEWA)

Palu – Insiden kecelakaan kerja kembali terjadi di lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kelurahan Poboya, tepatnya di area Vavolapo, Kecamatan Mantikulore, Senin (13/10) sekitar pukul 24.00 WITA.

Menurut informasi yang diperoleh media ini, sebuah truk pengangkut material tambang terguling saat mencoba menanjak di medan curam. Diduga, kendaraan kehilangan kendali hingga terperosok ke arah lubang galian.

“Pengemudi truk selamat, tapi mengalami luka ringan akibat kecelakaan itu,” ujar salah satu sumber di lokasi, Selasa (14/10).

Kecelakaan tersebut diduga disebabkan oleh posisi kendaraan yang terlalu dekat dengan lubang bekas galian serta minimnya penerangan di sekitar area tambang.

“Kondisi medan sangat berbahaya, apalagi penerangan hampir tidak ada. Tanahnya juga labil,” tambahnya.

Peristiwa ini menambah panjang daftar kecelakaan di kawasan tambang ilegal Poboya. Hanya sepekan sebelumnya, seorang sopir truk tewas tertimbun material longsor di lokasi yang sama.

“Korban berinisial HR saat itu sedang memuat material ke truk. Tiba-tiba terjadi longsor dan menimbun korban bersama kendaraannya,” kata sumber lain.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis, namun nyawanya tidak tertolong.

Tragedi serupa juga pernah terjadi pada Juni lalu di titik tambang ilegal lain di Poboya, dikenal dengan sebutan Kijang 30. Dalam insiden tersebut, dua penambang tewas tertimbun longsor, masing-masing warga Kecamatan Palolo dan Provinsi Gorontalo.

Berulangnya kecelakaan di kawasan pertambangan ilegal ini menunjukkan masih lemahnya pengawasan terhadap aktivitas PETI di sekitar Poboya wilayah yang hingga kini menjadi sorotan akibat maraknya penambangan tanpa izin yang membahayakan keselamatan para pekerja.*

Tinggalkan Balasan