Anwar Hafid: Beasiswa BERANI Cerdas Tidak Ribet

waktu baca 2 menit
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, saat menghadiri dialog interaktif di Studio LPP RRI Palu. (FOTO: HUMAS PEMPROV SULTENG)

Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menepis anggapan bahwa pendaftaran beasiswa BERANI Cerdas berbelit-belit. Menurutnya, berbagai persyaratan justru sudah dipermudah untuk membuka akses seluas-luasnya bagi mahasiswa Sulteng.

“Ini usaha-usaha yang kita lakukan agar BERANI Cerdas dapat diakses masyarakat,” kata Anwar Hafid dalam dialog interaktif Gubernur Menyapa: BERANI Cerdas Untuk Siapa di Studio LPP RRI Palu, Kamis, 4 September 2025.

Gubernur menjelaskan, sejumlah syarat pendaftaran telah dilonggarkan. Misalnya, IPK minimal diturunkan dari 3,7 menjadi 3,0, serta batas usia pendaftar diperpanjang hingga 25 tahun dari sebelumnya 20 tahun. Bahkan, bagi pendaftar yang terkendala jaringan internet, pendaftaran manual ke Dinas Pendidikan Provinsi tetap dibuka.

Selain itu, Pemprov Sulteng segera melakukan MoU dengan berbagai universitas agar validasi status mahasiswa aktif bisa dilakukan kolektif melalui kampus, sehingga dekan atau pejabat berwenang tidak perlu menandatangani surat keterangan satu per satu.

Anwar Hafid menegaskan, syarat administratif tetap diperlukan karena beasiswa BERANI Cerdas bersumber dari APBD 2025 dan harus dikelola secara akuntabel dan transparan. Salah satunya dengan mencegah penerima ganda, yaitu mahasiswa yang sudah menerima beasiswa dari sumber lain.

“Karena ini uang negara maka ada prosedur yang harus dipenuhi, agar tidak menimbulkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan,” tegasnya.

Program BERANI Cerdas dibagi menjadi dua jalur yakni afirmasi, untuk mahasiswa dari keluarga kurang mampu, dan prestasi, untuk mahasiswa ber-IPK minimal 3,0 atau memiliki prestasi lain seperti atlet atau anggota paskibraka.

Tujuan utama program ini, kata Gubernur, adalah “men-sarjana-kan” masyarakat Sulteng dan mencegah anak putus kuliah. Tahun 2025, Pemprov telah menganggarkan beasiswa untuk 80 ribu penerima, dan hingga saat ini sudah tersalurkan kepada 13.555 mahasiswa dengan total anggaran sekitar Rp48 miliar.

Keseriusan pemerintah dalam membangun SDM unggul lewat BERANI Cerdas juga diperkuat melalui penyertaan program ini dalam Perda RPJMD Sulteng 2025–2029, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

“Kalau dia (pemimpin) cinta rakyat Sulawesi Tengah, maka harus melanjutkan program ini,” tegas Anwar Hafid, seraya berharap beasiswa BERANI Cerdas menjadi legacy pendidikan untuk masa depan generasi emas Sulteng.*

Tinggalkan Balasan