INFOSULTENG.ID, Donggala – Bupati Kabupaten Donggala, Vera Laruni, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala akan memasang Bronjong di sungai-sungai yang terdampak banjir seperti di Kecamatan Tanantovea dan Kecamatan Sojol.
“Semua sudah dipetakan, kita tinggal menunggu kesiapan dananya. Selain normalisasi, nanti juga akan dipasang bronjong, supaya aliran sungai tidak melebar ke desa-desa,” kata Vera saat ditelepon melalui WhatsApp, Jumat sore, 30 Mei 2025.
Vera menegaskan pentingnya percepatan normalisasi sungai-sungai di wilayah Kabupaten Donggala untuk mengantisipasi banjir yang makin sering melanda sejumlah desa.
Menurutnya, pendangkalan sungai yang terjadi selama puluhan tahun menjadi salah satu penyebab utama air meluap hingga ke permukiman warga.
“Pendangkalan sungai yang mungkin puluhan tahun tidak pernah dikeruk. Begitu ada hujan besar sedikit saja, air langsung masuk ke rumah-rumah penduduk,” ungkapnya.
Pemkab juga telah menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat proses normalisasi, termasuk pengerukan material pasir dan batu yang menumpuk di aliran sungai.
“Kalau tidak segera kita kerjakan, nanti datang hujan lagi bisa lebih parah. Makanya sekarang masuk tanggap darurat supaya kita bisa normalisasi semuanya,” tegas Vera.
Status tanggap darurat bencana di wilayah Kecamatan Tanantovea dan Kecamatan Sojol ditetapkan sejak tanggal 28 Mei hingga 10 Juni 2025.
Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 188.45/282/BPBD/2025, yang diterbitkan Pemerintah Kabupaten Donggala dan ditandatangani oleh Bupati Donggala Vera Laruni.
Penetapan status darurat ini merespon bencana alam seperti banjir bandang yang terjadi di Desa Wombo dan Desa Wombo Kalonggo di Kecamatan Tanantovea dan Desa Bou Kecamatan Sojol beberapa waktu lalu. RIL