Palu – Menjelang Bulan Suci Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, pemerintah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di seluruh Indonesia sebagai langkah strategis menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok sekaligus mengendalikan inflasi.

Di Sulawesi Tengah, kegiatan tersebut dipusatkan di Kantor Dinas Pangan Provinsi Sulteng, Jumat, 13 Februari 2026.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Novalina, mengikuti pembukaan nasional secara daring yang dipimpin langsung Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman.

Sebelum mengikuti pembukaan nasional, Sekda Novalina lebih dulu meninjau langsung lapak-lapak penjualan bahan pokok yang dipadati warga sejak pagi hari. Beras SPHP, telur, gula pasir, minyak goreng, cabai, hingga berbagai kebutuhan pokok lainnya dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Antrean warga tampak mengular, namun tetap tertib. Tingginya antusiasme masyarakat mencerminkan besarnya kebutuhan menjelang Ramadan, di mana konsumsi rumah tangga cenderung meningkat.

“Masyarakat senang dengan adanya Gerakan Pangan Murah hari ini. Ini sangat membantu,” ujar Novalina.

Menurutnya, GPM bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat serta menekan laju inflasi daerah, khususnya menjelang momentum hari besar keagamaan.

Program ini juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pangan Provinsi Sulteng, Bulog, hingga Polda Sulawesi Tengah, guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran. Dalam kegiatan tersebut, Sekda turut didampingi Kepala Dinas Pangan Provinsi Sulteng, Dr. Rohani Mastura.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap melalui Gerakan Pangan Murah, masyarakat dapat menyambut dan menjalani ibadah Ramadan dengan lebih tenang tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok.*