INFOSULTENG.ID, Palu – Penanggung Jawab Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) atau Safety Team Leader PT Donggi Senoro LNG (DSLNG), Ahmad Sulaiman, menegaskan pentingnya edukasi proteksi kebakaran, khususnya potensi bahan-bahan kimia (chemical) yang menjadi penyebab kebakaran jika tidak ditangani dengan baik.

“Bahan kimia itu bisa saja menjadi pemicu kebakaran jika tidak ditangani secara benar. Karena itu, kami ingin mahasiswa memahami pentingnya menjaga dan menangani bahan kimia dengan sistem proteksi berlapis,” kata Ahmad dalam acara DSLNG Goes To Campus bertema Integrasi K3 dalam Sistem Proteksi Kebakaran di Industri Migas, Rabu, 18 Juni 2025.

Ahmad menyampaikan bahwa pihak DSLNG menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat, termasuk mahasiswa, terkait pengelolaan bahan-bahan mudah terbakar seperti hidrokarbon.

Hal ini menjadi sangat relevan mengingat industri migas memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran.

“Selama hidrokarbon dikelola dengan aman, sebenarnya tidak berbahaya. Di DSLNG, kami menerapkan sistem proteksi berlapis untuk memastikan operasional berjalan dengan aman,” ujar Ahmad.

Melalui kegiatan ini, DSLNG berharap para mahasiswa dapat memahami pentingnya sistem keselamatan kerja dan peran proteksi berlapis dalam mencegah insiden kebakaran, terutama di industri berisiko tinggi seperti minyak dan gas (migas).

Di industri migas mengenal dua konsep mengenai keselamatan, yaitu keselamatan terhadap personal dan keselamatan proses, yang mana keduanya memiliki irisan yang harus di jaga agar tidak terjadi suatu insiden.

Integrasi sistem proteksi aktif dan pasif sangat penting dalam manajemen kebakaran begitu juga dengan pencegahan dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk menciptakan lingkungan yang aman khususnya mencegah kebakaran. RIL