INFOSULTENG.ID, Palu – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu mengalokasikan anggaran sebesar Rp 17.129.116.550 miliar untuk penyediaan layanan angkutan umum sepanjang tahun 2025.
Anggaran tersebut dikelola oleh Dinas Perhubungan Kota Palu dalam program penyediaan angkutan umum untuk jasa angkutan orang dan barang dalam satu daerah, yang dikutip dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Palu 2025.
Target capaian program ini dalam rencana tahun 2025 adalah menghadirkan 36 unit armada.
Saat ini, program unggulan yang terus dikembangkan adalah layanan Bus Rapid Transit (BRT) atau yang lebih dikenal dengan nama Bus Trans Palu.
Bus yang resmi beroperasi bulan Oktober 2024 itu awalnya digratiskan sejak diluncurkan hingga akhir tahun 2024. Kini, layanan Bus Trans Palu dikenakan tarif sebesar Rp 5.000 dan Rp 2.500 bagi mahasiswa atau pelajar.
Penumpang dapat membayar melalui QR Code, kartu elektronik (e-money), dan tunai. Bus Trans Palu juga dikabarkan dipasangi Wi-Fi gratis.
Meski sempat ditengarai isu sepi peminat akibat jarak antarhalte yang cukup jauh, saat ini jarak pemberhentian bus diketahui setiap 300 meter pertitik.
Program Bus Trans Palu merupakan kerjasama antara Pemkot Palu dengan PT Bagong Transport. Kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu, Trisno Yunianto, Pemkot Palu terima beres dan hanya membeli jasa pelayanan dari perusahaan tersebut.
“Ini bukan pengadaan kendaraan ya, ini pembelian jasa pelayanan dari PT Bagong Transport,” kata Trisno dikutip dari laman resmi palukota.go.id.*