INFOSULTENG.ID, Palu – Ketua Komisi C DPRD Kota Palu Abdurahim Nasar Al Amri menindaklanjuti hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) sebelumnya terkait progres sejumlah proyek pembangunan di Kota Palu.
Menurutnya, hasil dari RDP mengungkapkan bahwa sebagian besar proyek ditargetkan selesai pada 26 Desember. Namun, mengingat tanggal tersebut bertepatan dengan hari libur nasional, pihak Komisi C memutuskan untuk melakukan peninjauan langsung pada 27 Desember.
“Kami berkomitmen untuk turun ke lapangan pada tanggal 27 guna mengecek kondisi proyek-proyek yang telah kami bahas di RDP kemarin. Dari hasil pengecekan, beberapa proyek memang dipastikan tidak akan selesai tepat waktu,” ungkap Abdurahim.
Bersama anggota DPRD Komisi C yang lain, saat kunjungan mereka menemukan beberapa proyek yang belum terselesaikan, seperti:
- Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu.
- Lapangan Talise Valangguni.
- Drainase Huntap Tondo.
- Pembangunan Masjid Huntap Tondo.
- Kantor Dinas Sosial Kota Palu.
“Kami hanya sempat mengunjungi beberapa titik karena waktu sudah maghrib. Namun, berdasarkan data dan kunjungan sebelumnya, banyak proyek yang sudah kami pantau berkali-kali memang tidak selesai,” tambahnya.
Komisi C DPRD Palu berencana mengadakan rapat bersama pihak eksekutif pada awal tahun, kemungkinan pada tanggal 3 atau 4 Januari. Rapat ini akan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Keuangan, Sekretaris Kota, dan Wali Kota Palu.
“Kami perlu duduk bersama untuk membahas langkah terbaik. Jika proyek tidak mampu diselesaikan, maka kontrak harus diputus. Namun, jika ada komitmen dari kontraktor dan pemerintah, kita akan pertimbangkan adendum serta denda yang sesuai,” tegasnya.
Menurut Ketua Komisi C, opsi adendum dengan mekanisme denda juga akan dipertimbangkan bagi kontraktor yang tetap berkomitmen melanjutkan proyek.
“Kalau kontraktor menyerah, maka kontrak harus diputus, dan penggantinya segera dicari. Namun, jika mereka mampu melanjutkan, kita akan mengejar adendum dan dendanya. Kami tidak menghalangi siapa pun, baik kontraktor maupun pemerintah. Fungsi kami adalah pengawasan,” jelasnya.
Salah satu anggota Komisi C dari fraksi Partai Gerindra Alfian Chaniago mengatakan, dua proyek utama yang menjadi perhatian adalah pembangunan gedung DLH dan masjid. Menurut pengamatannya, progres pembangunan kedua proyek ini baru mencapai sekitar 60 persen.
“Saya secara pribadi berpendapat bahwa kontrak untuk kedua proyek ini harus diputus dan diganti. Progresnya belum mencapai 70 persen, ini sangat lambat,” kata Alfian.
Alfian menambahkan, bahwa semua tindakan ini bertujuan untuk mendukung pembangunan Kota Palu agar lebih baik dan lebih tertata di masa depan.
“Kami ingin memastikan bahwa anggaran yang digunakan sesuai dengan hasil yang dicapai, demi Kota Palu yang lebih cantik dan maju,” tutupnya.
Inspeksi ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Palu seperti Vivi dari Fraksi Gerindra dan Andika Riansyah Mustqim dari Fraksi Perindo. RIL