INFOSULTENG.ID, Palu – Dalam debat kandidat, calon Wali Kota Palu nomor urut 2, Hadianto Rasyid, memaparkan program unggulannya untuk mewujudkan visi “Palu Mantap Berkelanjutan” yang sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Menjawab pertanyaan panelis mengenai inovasi dalam tata ruang untuk mendukung ekonomi inklusif tanpa mengorbankan lingkungan, Hadianto menyoroti persoalan mendesak di Kota Palu, yaitu sistem drainase yang buruk dan kawasan kumuh yang memerlukan perhatian khusus.

Hadianto menjelaskan, pihaknya telah menyusun program revitalisasi drainase yang ditargetkan dapat mengatasi hingga 85% permasalahan drainase di Palu. Selain itu, ia memprioritaskan revitalisasi kawasan kumuh di wilayah Kampung Baru, Ujuna Tinore, dan Ujuna Kalikoa.

Kawasan-kawasan ini, yang berada di titik sentral kota dan rawan banjir, akan diperbaiki dengan konsep “Urban Renewal” atau peremajaan perkotaan.

“Pada tahun pertama, kami menargetkan revitalisasi di Kampung Baru dengan anggaran sekitar 30 miliar rupiah, yang akan mencakup sekitar 100 rumah. Langkah ini kami harapkan dapat menjadi contoh transformasi lingkungan kumuh menjadi kawasan yang lebih layak,” ujar Hadianto saat menjawab pertanyaan panelis di debat kedua calon Walikota dan Wakil Wali Kota Palu, Kamis malam (7/11).

Ia menyebutkan, program ini mengacu pada proyek percontohan yang pernah dilakukan Kementerian PUPR untuk kawasan nelayan di Palu.

Selain perbaikan infrastruktur, Hadianto menekankan pentingnya penegakan aturan tata ruang yang lebih ketat. “Masih banyak pembangunan yang tidak sesuai RTRW, dan ini membuat Palu rentan terhadap bencana. Ke depan, penertiban akan kami lakukan secara edukatif dan persuasif agar masyarakat lebih memahami pentingnya tata ruang bagi kenyamanan bersama,” ungkapnya.

Hadianto berharap, dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, program tata ruang yang lebih tertib dapat membawa perubahan nyata untuk Kota Palu yang lebih aman dan tertata. RIL