INFOSULTENG.ID, Palu – Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura melalui Tenaga Ahli Komunikasinya, Andono Wibisono, menyampaikan bahwa Gubernur Rusdy tidak bermaksud menunjuk acara Festival Persahabatan Palu diselenggarakan oleh Umat Katolik.
Andono menegaskan, Gubernur Rusdy hanya mencontohkan jika ada acara yang diselenggarakan oleh pihak atau umat tertentu sebaiknya hanya dihadiri oleh umat yang menyelenggarakan acara tersebut.
“Bapak hanya mencontohkan, misalnya kalau umat katolik ya undang internal katolik. Alkhairaat juga acara internal undang abna Alkhairaat, begitu maksud bapak (gubernur),” kata Andono, Sabtu, 1 Februari 2025.
Gubernur Rusdy yang disebut oleh Andono, sempat mendapatkan penghargaan sebagai tokoh yang mengusung moderasi beragama. Andono menegaskan bahwa Gubernur Rusdy sebagai kepala daerah di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah mengingatkan agar saling menghormati antar sesama.
“Bapak mengingatkan jangan terlalu sensitif beragama. Justru dengan beragama kita mampu untuk menerima perbedaan,” ujar Andono.
Pernyataan ini dikeluarkan setelah mendapatkan respon dari Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Palu, Ponsianus Gusti Rambak, (31/1). Ponsi mempertanyakan dan meminta klarifikasi dari video instagram @infosulteng yang dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, mengingat kegiatan festival persahabatan tersebut bukan diselenggarakan oleh agama Katolik.
“Kami meminta klarifikasi dari Bapak Gubernur terkait pernyataan yang beredar di media sosial. Festival ini bukan kegiatan keagamaan dari agama Katolik, sehingga kami mempertanyakan dasar pernyataan Bapak Gubernur yang mengaitkannya dengan agama Katolik. Pernyataan ini sangat sensitif dan dapat memicu konflik antar umat beragama. Kami berharap Bapak Gubernur dapat memberikan penjelasan yang transparansi dan meluruskan kesalahpahaman yang mungkin timbul,” ujar Ponsianus. RIL