INFOSULTENG.ID, Palu – Front Pemuda Kaili dengan tegas mengecam aktivitas pertambangan PT Citra Palu Mineral (PT CPM) di Kelurahan Poboya dan Lasoani.
Mereka menilai bahwa operasi tambang yang tidak terkendali telah menyebabkan pencemaran udara, merusak ekosistem, dan mengancam keselamatan warga sekitar. Selain itu, investasi asing Macmahon dinilai hanya mengeruk sumber daya alam tanpa memperhatikan dampak sosial dan lingkungan.
Kondisi udara di sekitar lokasi tambang semakin memburuk, dengan tingkat pencemaran yang disebut telah meningkatkan angka kematian di Poboya dan Lasoani.
Sistem pengelolaan limbah yang buruk memperlihatkan bahwa PT CPM tidak memiliki mekanisme yang memadai untuk mengendalikan dampak lingkungan.
Penggunaan teknik blasting tanpa kajian lingkungan yang jelas telah merusak struktur alam serta mengganggu keseimbangan ekosistem Poboya. Ledakan yang dilakukan tanpa kendali ini berisiko besar terhadap keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.
Sebagai pemodal utama PT CPM, perusahaan tambang asal Australia, Macmahon, dinilai hanya fokus mengeksploitasi sumber daya tanpa mempertimbangkan hak masyarakat sekitar.
Keuntungan besar dari pertambangan ini justru mengalir ke luar negeri, sementara warga lokal hanya mendapat dampak buruk berupa udara tercemar, lingkungan rusak, dan berkurangnya sumber daya air bersih.
Rencana pengalihan Sungai Pondo sepanjang 1.077 meter untuk kepentingan tambang Pit Poboya menjadi ancaman serius. Jika proyek ini berjalan, dampak yang ditimbulkan meliputi:
- Hilangnya ekosistem bantaran sungai dan habitat akuatik.
- Peningkatan erosi dan sedimentasi yang merusak lingkungan.
- Hilangnya jalur drainase alami, meningkatkan risiko banjir.
- Gangguan bagi petani yang bergantung pada Sungai Pondo.
- Perubahan drastis pada kualitas air tanah dan permukaan.
Melihat dampak buruk yang terjadi, Front Pemuda Kaili mendesak pemerintah dan pihak berwenang untuk segera menghentikan aktivitas tambang PT CPM dan mengkaji ulang keterlibatan investasi asing Macmahon sebelum lebih banyak nyawa melayang dan lingkungan hancur.
“Kami tidak akan tinggal diam! Jika tidak ada tindakan nyata dari pemerintah, kami siap turun ke jalan demi memperjuangkan hak masyarakat dan lingkungan yang sehat!” tegas Erwin Lamporo, Ketua Front Pemuda Kaili, Jum’at, 31 Januari 2025.*