Bank Sulteng Siapkan Kas Keliling dan Tanggung Biaya Transfer Antarbank

waktu baca 3 menit
[radio_player id="2"]
Anggota Komisi II DPRD Sulteng, Ronald Gulla dan Direktur Kepatuhan Bank Sulteng, Judy Koagow diwawancarai ssjumlah awak media, Selasa (27/10/2026). (Foto: Istimewa)

PALU – Bank Sulteng menyiapkan layanan kas keliling untuk menjangkau nasabah di wilayah terpencil yang terdampak gangguan transaksi digital. Bank milik pemerintah daerah itu juga menanggung biaya transaksi RTGS dan kliring untuk transaksi keluar sebagai bagian dari upaya menjaga pelayanan selama proses pemeliharaan sistem berlangsung.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Kepatuhan Bank Sulteng, Judy Koagow, seusai rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPRD Sulawesi Tengah. Dalam rapat itu, DPRD menyampaikan keluhan masyarakat sekaligus meminta penjelasan mengenai perkembangan perbaikan sistem perbankan.

Judy mengatakan, gangguan terutama terjadi pada transaksi digital keluar. Pemeliharaan dilakukan untuk meningkatkan keamanan sistem dari ancaman risiko siber. Adapun transaksi manual di kantor cabang tetap berjalan seperti biasa.

“Kami mohon maaf kepada nasabah karena akibat pemeliharaan ini layanan digital kami mengalami gangguan,” kata Judy.

Untuk mengurangi dampak gangguan, Bank Sulteng membuka layanan kantor cabang pada Sabtu dan Minggu, pukul 08.00 hingga 18.00. Bank juga memastikan ketersediaan uang tunai di ATM melalui pemantauan dan menyiapkan langkah untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat.

Judy menyebutkan, Bank Sulteng memiliki 120 unit ATM. Namun, keberadaan ATM belum sepenuhnya menjawab kebutuhan warga yang tinggal jauh dari fasilitas perbankan. Karena itu, pihaknya akan menindaklanjuti rekomendasi DPRD untuk menghadirkan layanan kas keliling.

<span;>DPRD minta layanan menjangkau daerah terpencil

Sekretaris Komisi II DPRD Sulteng, Ronald Gulla, mengatakan rapat tersebut digelar untuk merespons keluhan masyarakat mengenai layanan Bank Sulteng dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Ronald, pemulihan layanan perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kepercayaan nasabah. Bank juga diminta memberikan informasi yang jelas mengenai perkembangan perbaikan sistem dan memastikan ketersediaan uang tunai di ATM maupun kantor cabang.

“Yang terpenting adalah keamanan nasabah. Kami sudah menjalankan fungsi pengawasan dan evaluasi, serta menyampaikan masukan masyarakat kepada Bank Sulteng,” ujar Ronald.

Ia menilai layanan kas keliling dapat menjadi solusi bagi warga yang tinggal jauh dari kantor cabang dan ATM. Dengan demikian, nasabah tetap memiliki akses terhadap layanan perbankan ketika transaksi digital belum sepenuhnya pulih.

Ronald juga meminta Bank Sulteng memperbaiki komunikasi kepada publik. Pemberitahuan mengenai pemeliharaan sistem yang berpotensi mengganggu transaksi, menurut dia, perlu disampaikan lebih awal agar masyarakat tidak kebingungan.

<span;>Perbaikan sistem menunggu proses evaluasi

Terkait pemulihan layanan, Judy menjelaskan bahwa perbaikan sistem ATM telah selesai dan sedang diajukan kepada Bank Indonesia untuk proses penilaian. Sementara itu, perbaikan aplikasi digital telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan segera diselesaikan sebelum diajukan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pengoperasian kembali layanan tersebut tetap mengikuti proses evaluasi yang berlaku. Karena itu, belum ada kepastian waktu seluruh layanan digital dapat kembali beroperasi normal.

Judy juga mengakui sosialisasi kepada nasabah belum berjalan optimal. Informasi pemeliharaan sebelumnya telah disampaikan secara internal, tetapi belum seluruh kantor cabang meneruskannya kepada masyarakat.

Ke depan, Bank Sulteng berjanji meningkatkan penyampaian informasi kepada publik, khususnya ketika pemeliharaan atau perbaikan sistem berpotensi mengganggu layanan.

DPRD Sulteng berharap evaluasi tersebut menjadi momentum bagi Bank Sulteng untuk memperkuat keamanan transaksi, memperbaiki komunikasi, dan memastikan pelayanan tetap menjangkau nasabah hingga wilayah terpencil.AA

Tinggalkan Balasan