INFOSULTENG.ID, Palu – Anggota DPRD Kota Palu dari Fraksi Gerindra, Alfian Chaniago, menyampaikan pandangan terkait aktivitas tambang ilegal di kawasan Poboya, Kota Palu. Sebagai anggota Komisi C yang baru menjabat, Alfian mengaku masih dalam proses mendalami permasalahan tambang tersebut, namun ia menegaskan pentingnya pendekatan persuasif ketimbang represif terhadap masyarakat.
“Kalau Polres menyatakan aktivitas tambang itu ilegal, maka memang harus ada penegakan hukum. Tapi saya kira pendekatannya jangan langsung represif. Lebih baik kita mulai dengan edukasi dan imbauan,” ujar Alfian, Rabu, 4 Juni 2025.
Menurutnya, masyarakat harus diberikan pemahaman menyeluruh mengenai bahaya aktivitas penambangan ilegal, apalagi saat ini sedang memasuki musim hujan yang meningkatkan risiko bencana longsor. Ia juga mengaitkan kejadian longsor di Poboya yang terjadi pada Selasa, 3 Juni 2025, waktu itu.
Alfian juga mengungkapkan bahwa Komisi C DPRD Kota Palu berencana melakukan kunjungan ke Jakarta dalam waktu dekat. Tujuannya, untuk mencari kejelasan dari perusahaan tambang PT Citra Palu Mineral terkait apakah dalam wilayah konsesi perusahaan tambang CPM terdapat alokasi untuk pertambangan rakyat.
“Kalau memang tidak ada sama sekali, maka klaim bahwa aktivitas itu ilegal menjadi sah. Tapi sebelum mengambil tindakan, pendekatannya harus kekeluargaan, jangan langsung penangkapan,” jelas Alfian.
Ia juga menyoroti pentingnya identifikasi terhadap para pelaku tambang ilegal. “Perlu dipastikan, apakah mereka benar warga Poboya atau pendatang dari daerah lain. Kalau bukan warga lokal, sebaiknya dihimbau kembali ke daerah asal,” ujarnya.
Alfian menegaskan bahwa jika kawasan tersebut nantinya ditetapkan sebagai tambang rakyat, maka metode penambangan pun harus tradisional dan bukan menggunakan teknologi modern.
Menutup pernyataannya, Alfian menyampaikan duka cita atas korban jiwa akibat longsor di Poboya. Ia menyebut Komisi C juga tengah merencanakan kunjungan langsung ke lokasi kejadian tergantung pada jadwal koordinasi internal komisi.
“Yang paling penting sekarang adalah sinergi semua pihak untuk melakukan edukasi bersama. Kita hadir bukan untuk menakuti, tapi untuk memberikan solusi,” tutupnya. RIL