INFOSULTENG.ID, Palu – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid melontarkan pernyataan tegas kepada perusahaan-perusahaan swasta, khususnya di sektor pertambangan.

Anwar mendorong perusahaan untuk terlibat langsung dalam pembangunan dan perawatan infrastruktur jalan melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

“Di tengah efisiensi anggaran, sudah saatnya perusahaan ikut memikul tanggung jawab. Pemerintah tak bisa kerja sendiri,” tegas Anwar di Cafe Tanaris dalam kegiatan BERANI Ngopi (Ngobrol Produktif), Kamis, 1 Mei 2025.

Mantan Bupati Morowali itu mencontohkan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang telah membangun jalan nasional di kawasan Bahodopi, Morowali.

Dia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk nyata tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang patut ditiru perusahaan lain.

Gubernur secara khusus menyoroti kerusakan parah di ruas jalan Watusampu dan Tompira, yang kerap dilintasi kendaraan perusahaan tambang. Ia mengultimatum: “Hanya dua pilihan, bangun fly over sendiri atau bantu perbaiki jalan!”.

Jika perusahaan tetap abai, Anwar menyatakan siap bertindak tegas. Ia menyebut tidak akan ragu menindak perusahaan nakal yang melalaikan tanggung jawabnya terhadap infrastruktur daerah.

Tak hanya soal jalan, Anwar juga mengungkap langkah Pemprov Sulteng dalam menangani dampak lingkungan akibat aktivitas pertambangan.

Pemprov Sulteng telah menggandeng BMKG untuk memasang alat pemantau kualitas udara di sejumlah titik tambang serta meminta laporan cuaca mingguan untuk memantau dampak polusi.

Merujuk pada UU Nomor 32 Tahun 2009 dan PP Nomor 22 Tahun 2021, Anwar menegaskan komitmennya menjatuhkan sanksi administratif kepada perusahaan yang terbukti mencemari lingkungan.

“Inventarisir bukaan tambang, turunkan Satgas Lingkungan, dan kumpulkan bukti-bukti. Kita harus cegah kerusakan lebih jauh,” tandas Gubernur Sulteng.*