Ribuan Warga Terdampak Banjir di Morowali Utara
INFOSULTENG.ID, Morowali Utara – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Morowali Utara sejak Senin (24/3) pagi mengakibatkan banjir di Kecamatan Petasia Timur dan Petasia Barat. Ribuan warga terdampak, dengan ratusan orang terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Berdasarkan laporan BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, banjir melanda tujuh desa di dua kecamatan. Di Kecamatan Petasia Barat, banjir merendam Desa Ulula’a (160 KK/490 jiwa), Desa Togo (281 KK/940 jiwa), Desa Sampalowo (86 KK/286 jiwa), Desa Moleono (113 KK/313 jiwa), dan Desa Onepute (209 KK/695 jiwa).
Sementara itu, di Kecamatan Petasia Timur, banjir berdampak pada Desa Bunta (553 KK/2.294 jiwa) dan Desa Tompira (205 KK/775 jiwa).
Sejumlah fasilitas umum turut terendam, termasuk sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, dan tempat ibadah. Di Desa Onepute, 172 unit rumah warga terendam banjir, sementara di Desa Tompira tercatat 51 rumah terdampak.
Banjir yang masih menggenangi beberapa wilayah memaksa ratusan warga mengungsi. Di Desa Bunta, terdapat 95 KK atau 193 jiwa yang mengungsi ke Balai Desa Bunta, Balai Dusun Trans, serta rumah warga. Sementara itu, di Desa Tompira, 10 KK atau 36 jiwa mengungsi ke Balai Desa Tompira.
Kategori pengungsi bervariasi, termasuk bayi, balita, lansia, serta ibu hamil. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa akibat bencana ini.
BPBD Morowali Utara telah melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk BPBD Provinsi Sulawesi Tengah dan aparat desa terdampak.
Tim gabungan juga telah dikerahkan untuk membantu proses evakuasi serta distribusi bantuan darurat.
Adapun kebutuhan mendesak yang diperlukan bagi para korban banjir antara lain:
- Logistik dan bantuan pangan
- Kelambu
- Perlengkapan bayi
- Air bersih
- Terpal
Saat ini, ketinggian air di beberapa lokasi berangsur surut, namun masih menggenangi sejumlah area. Perahu evakuasi dikerahkan untuk membantu warga yang masih terisolasi.
*berita ini mengalami perubahan pada judul demi keakuratan informasi. RIL
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.








