Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan Pemilu Bersih dan Pemimpin Berkualitas

waktu baca 2 menit
Dr. Irwan Waris saat menjadi narasumber di kegiatan Pendidikan Politik yang diadakan oleh Puskin Leksekda Sulteng. (Foto: Infosulteng.id/Fahril)

INFOSULTENG.ID, Palu – Mahasiswa memiliki tanggung jawab besar dalam membantu masyarakat memilih pemimpin yang benar dan adil di tengah maraknya politik uang dan janji-janji kosong yang kerap disampaikan para calon pemimpin.

Mahasiswa dituntut untuk menjadi pendorong perubahan sosial, atau agent of social change, guna mengedukasi masyarakat agar tidak salah memilih.

Dalam sebuah diskusi kegiatan Pendidikan Politik yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Kinerja Legislatif dan Eksekutif Daerah (Puskin Leksekda) Sulawesi Tengah (Sulteng), akademisi Universitas Tadulako Dr. Irwan Waris, menyatakan keprihatinannya terhadap praktik “politik kuasa” yang mengorbankan integritas pemilu. “Politik kuasa” ini merujuk pada upaya para calon pemimpin untuk memengaruhi pilihan masyarakat dengan iming-iming uang, hadiah, atau janji-janji yang tidak selalu terbukti nyata.

Fenomena ini, jika dibiarkan, dikhawatirkan dapat merusak demokrasi serta menggadaikan masa depan masyarakat demi ambisi pribadi calon tersebut.

Irwan menyampaikan pentingnya peran mahasiswa dalam mengedukasi masyarakat agar lebih bijak memilih. Menurutnya, mahasiswa harus mengajak masyarakat untuk lebih melihat karakter dan kemampuan calon pemimpin daripada sekadar janji atau imbalan materi.

“Mahasiswa dapat menyebarkan kesadaran akan pentingnya memilih pemimpin yang benar-benar tulus melayani dan mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat,” ujar Dr. Irwan, pada Rabu, 13 November 2024.

Selain itu, mahasiswa juga diharapkan mampu membangun sikap kritis. Salah satu langkahnya adalah dengan mengundang para calon pemimpin untuk hadir dalam diskusi kampus, sebagai ajang menguji visi dan misi yang mereka tawarkan. Forum semacam ini diyakini dapat membantu mahasiswa dan masyarakat menilai sejauh mana komitmen dan integritas para calon untuk membangun daerah.

Peran mahasiswa tidak berhenti pada pendidikan politik saja, mereka juga dapat turut serta dalam pengawasan pemilu. Melalui kerja sama dengan lembaga terkait seperti Bawaslu dan KPU, mahasiswa bisa menjadi pelapor aktif terhadap berbagai bentuk pelanggaran selama pemilu, mulai dari politik uang hingga intimidasi. Dengan demikian, mereka berperan penting dalam menjaga pemilu tetap berjalan bersih dan adil.

“Pemilu yang bersih tidak hanya menghasilkan pemimpin berkualitas, tetapi juga menjaga martabat demokrasi kita,” tambah Dr. Irwan.

Dengan semangat yang sama, mahasiswa bersama masyarakat diharapkan terus mengawal proses pemilu agar terpilih pemimpin yang benar-benar membawa perubahan positif bagi daerah dan bangsa. RIL

Tinggalkan Balasan