23.768 Pengajuan Layanan Berani SEHAT Telah Diproses, Wagub Reny: Jangan Ada Masyarakat Merintih Kesakitan

waktu baca 2 menit
Wakil Gubernur Sulteng, Reny Lamadjido, ketika memberikan sambutan dalam Forum Koordinasi BERANI Sehat di Hotel Sutan Raja. (FOTO: HUMAS PEMPROV SULTENG)

Palu – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Reny Lamadjido menegaskan komitmen dalam menjamin akses kesehatan bagi seluruh warganya melalui program unggulan BERANI Sehat.

Program ini menjadi tonggak penting dalam menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi warga tidak mampu, terutama yang belum terdaftar atau tidak aktif dalam kepesertaan BPJS Kesehatan.

“Jangan sampai ada masyarakat yang merintih kesakitan, tidak bisa berobat karena tidak punya uang,” tegas Wakil Gubernur Sulteng, dr. Reny A. Lamadjido, saat membuka Forum Koordinasi BERANI Sehat di Hotel Sutan Raja, Jumat, 1 Agustus 2025.

Sebagai tokoh yang dijuluki “Gubernur Kesehatan”, dr. Reny menyampaikan bahwa BERANI Sehat bukan hanya jargon, melainkan bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah untuk melindungi warganya dari keterbatasan akses medis akibat faktor ekonomi.

Untuk menunjang pelaksanaan program ini, Pemprov Sulteng mengembangkan SEHATI (Sistem Elektronik Jaminan Kesehatan Terintegrasi), yang menghubungkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, fasilitas layanan kesehatan, hingga BPJS Kesehatan.

Hingga 30 Juli 2025, SEHATI telah memproses 23.768 pengajuan layanan, di mana 19.108 peserta berhasil mendapatkan jaminan kepesertaan, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian administrasi.

“Tidak perlu menunggu lama, begitu datanya valid langsung bisa masuk program BERANI Sehat,” jelas dr. Reny.

Reny juga menegaskan bahwa pengelolaan anggaran untuk program ini dilakukan secara cermat, dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Ia memastikan seluruh proses penggunaan APBD dikawal langsung oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kami sangat berhati-hati dalam mengelola program ini. Semua demi memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Reny menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Kesehatan yang tidak hanya hadir sebagai pembicara, tetapi juga meninjau langsung pelaksanaan operasi bedah jantung terbuka pertama di RSUD Undata Palu.

“Terima kasih, Pak Menteri. Banyak sekali ilmu yang saya serap untuk membawa Sulawesi Tengah menjadi lebih baik,” ucapnya.*

Tinggalkan Balasan