Ditlantas Polda Sulteng Ungkap Kecelakaan Menurun, Tapi Korban Meninggal Dunia Meningkat
Palu – Ditlantas Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) Kombes Pol, Atot Irawan, membeberkan hasil evaluasi Operasi Zebra Tinombala yang menunjukkan adanya penurunan jumlah kecelakaan sebesar 6 persen, namun angka korban meninggal dunia justru meningkat.
“Secara jumlah kecelakaan memang menurun, tetapi korban fatalitas meningkat,” kata dia dalam wawancara usai Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Tinombala 2025, Senin pagi, 17 November 2025.
Secara nasional, pengendara roda dua masih menjadi kelompok paling rentan. Kombes Pol Atot mengungkapkan sekitar 70 sampai 80 persen korban meninggal dunia adalah pengendara roda dua.
Karena itu, setiap operasi kepolisian, terutama yang terkait lalu lintas, selalu menjadikan pengendara roda dua sebagai sasaran prioritas. Pelanggaran umum seperti tidak memakai helm SNI, berkendara dalam kondisi tidak sehat atau mabuk, serta melanggar aturan dasar lalu lintas masih mendominasi.
Mengutip data pelanggaran di wilayah Sulawesi Tengah, Ditlantas menyebutkan bahwa pelanggaran lampu merah menjadi yang paling dominan. Pelanggaran lain yang sering terjadi adalah melawan arus.
“Banyak pengendara mengakali lampu merah. Ketika lampu sudah merah, mereka belok kiri sebentar lalu kembali ke jalur utama. Ini sangat berisiko,” terangnya.
“Pengendara dari arah berlawanan mengira jalan itu satu arah, tiba-tiba ada motor melawan arus. Ini sering memicu kecelakaan,” tambahnya.
Menurutnya, kecelakaan lalu lintas hampir selalu diawali oleh pelanggaran kecil yang dianggap sepele oleh pengendara.
Operasi Zebra Tinombala 2025 dilakukan dengan tiga metode yaitu Preemtif (40%), Preventif (40%), dan Represif (20%).
“Penindakan Represif 20 persen itu wajib menggunakan teknologi, baik ETLE statis maupun mobile dengan HP,” jelas Ditlantas.
Namun, ia menambahkan bahwa Korlantas masih memberi ruang 5 persen dari porsi represif untuk tilang manual, tetapi hanya dalam kondisi sangat mendesak yang berpotensi menimbulkan kecelakaan serius.
Terkait pemerataan teknologi ETLE di Sulawesi Tengah, ia mengakui bahwa belum semua kabupaten/kota memiliki perangkat tersebut.
“Kami baru mengikuti rakor di Jakarta dan Bandung. Ke depannya diupayakan semua kabupaten/kota memiliki ETLE, bekerja sama dengan pemerintah daerah,” tandas Kombes Pol Atot. RIL
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







