Palu – Hannah Asa Indonesia kembali menghadirkan ruang belajar yang relevan bagi generasi muda melalui Bootcamp Batch 62 bertajuk Financial Literacy & Communication Strategy for Creators.
Kegiatan ini digelar pada Selasa, 31 Maret 2026, di Hannah Homestay, dan diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari mahasiswa serta pekerja di bidang kreatif di Kota Palu.
Bootcamp ini merupakan hasil kolaborasi antara Hannah Asa Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah, Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Tengah, akademisi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Tadulako, serta Instanusantara Indonesia.
Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat kapasitas generasi muda, khususnya dalam bidang literasi keuangan dan strategi komunikasi di era digital.
Sejumlah narasumber dari berbagai bidang strategis turut hadir memberikan materi yang saling melengkapi. Mereka antara lain Adam Novriansyah dari OJK Sulawesi Tengah, Dewi Nur dari BEI Sulawesi Tengah, akademisi komunikasi Dr. Stepanus Bo’Do, S.Sos., M.Si dan Dr. Achmad Herman, S.Sos., M.Si, praktisi kreatif Imran Rosadi, serta Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, S.T., AWP., QWP., CFP., AEPP., QLP.
Mengusung tema yang memadukan literasi keuangan dan strategi komunikasi untuk kreator, kegiatan ini dirancang sebagai wadah pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan finansial sekaligus memperkuat kualitas komunikasi dan personal branding peserta di tengah berkembangnya era ekonomi digital.
Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, mengungkapkan bahwa bootcamp ini lahir dari kebutuhan nyata yang dihadapi para kreator muda saat ini.
“Kegiatan ini berangkat dari berbagai persoalan di lapangan, mulai dari pendapatan kreator yang tidak stabil, belum adanya sistem pengelolaan keuangan, kesulitan menentukan pricing, hingga keterbatasan dalam mengomunikasikan value mereka. Selain itu, pemahaman terhadap layanan keuangan formal dan investasi legal juga masih rendah, sehingga cukup rentan terhadap penipuan digital,” jelasnya.
Dia menambahkan, melalui kegiatan ini peserta diharapkan mampu mengelola arus kas dengan lebih baik, memiliki sistem keuangan yang sederhana, memahami investasi yang legal dan berkelanjutan, serta lebih percaya diri dalam menentukan harga dan menyampaikan nilai diri mereka.
Selain mendapatkan materi, peserta juga memperoleh berbagai manfaat tambahan, seperti peningkatan keterampilan finansial, penguatan personal branding dan value diri, akses ke aplikasi IDX Mobile, serta peluang memperluas jaringan profesional.
Melalui bootcamp ini, Hannah Asa Indonesia berharap semakin banyak generasi muda, khususnya di Indonesia bagian Timur, yang mampu mengembangkan potensi kreatifnya dengan dukungan literasi keuangan dan komunikasi yang kuat, sehingga siap bersaing dan bertumbuh di era ekonomi digital.*