Remaja 17 Tahun Menyamar Jadi Dokter, Motifnya Ingin Diakui Sebagai Pacar
PALU – Seorang remaja berusia 17 tahun dengan inisial UA, terlibat dalam sebuah kasus kriminal mengejutkan di Kota Palu. Dengan modus berpura-pura sebagai Dokter Spesialis Saraf di RS Bhayangkara, UA berhasil menipu korban dan mengajaknya ke sebuah rumah di Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur.
Kasus ini telah dilaporkan ke pihak berwajib dengan nomor LP/B/1154/IX/2024, tertanggal 2 September 2024.
UA mengaku sebagai seorang dokter dan berhasil meyakinkan korban untuk bertemu dengannya guna membahas hasil pemeriksaan medis.
Setelah tiba di lokasi, UA meminta korban menunggu dengan alasan bahwa “dokter” sedang mandi. Beberapa menit kemudian, kejadian mengerikan pun terjadi. Tanpa peringatan, UA menodongkan parang ke arah perut korban sambil memukulnya dengan brutal.
Korban yang terkejut berusaha berteriak, namun UA dengan cepat melakban mulutnya dan kembali melancarkan serangan fisik di bagian wajah. Korban kemudian diborgol, membuatnya tidak berdaya.
Tak disangka, tindakan nekat ini dilakukan UA hanya demi mendapatkan pengakuan dari teman-temannya bahwa ia memiliki pacar. Motif yang tampak sepele ini menambah ironi dari tindak kejahatan yang dilakukan.
Polisi menyita beberapa barang bukti di tempat kejadian, termasuk sebilah parang, lakban, gunting, jaket hitam, ponsel OPPO, kain ciput, jilbab, dan masker.
UA kini harus berhadapan dengan hukum atas tindak kekerasan yang dilakukannya. la dijerat dengan Pasal 351 ayat 1 dan Pasal 335 ayat 1 KUHP, serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.
Pihak Polresta Palu dalam hal ini Unit Jatanras mengatakan, pelaku telah diamankan setelah kejadian tersebut dari laporan masyarakat.
“Tersangka sudah kami amankan berdasarkan bukti dan petunjuk yang kami dapatkan kemarin,” ungkap IPDA Jodaenis Rajendra Mahardika saat konferensi pers di media center Polresta Palu, Selasa (3/9). RIL
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







