DONGGALA– Pagi yang cerah menyelimuti kawasan RSUD Kabelota saat deretan tamu undangan mulai memenuhi pelataran rumah sakit. Suasana penuh semangat dan harapan mengiringi langkah Bupati Donggala, Vera Ellena Laruni, SE, yang pagi itu hadir bukan sekadar untuk sebuah acara seremonial. Ia datang membawa sebuah penanda zaman baru bagi pelayanan kesehatan di Kabupaten Donggala, peresmian empat bangunan pelayanan rumah Kelas Rawat Inap Standar Kelas Rawat Inap Standar (Kris) yang bertujuan meningkatkan pelayanan rawat inap Rumah Sakit.

Empat bangunan itu bukan sembarang ruang rawat. Masing-masing dibangun untuk menjawab kebutuhan yang kian kompleks yaitu rawat jalan, rawat inap dewasa, rawat inap anak, hingga rawat inap isolasi. Semua telah memenuhi 12 kriteria ketat yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, mulai dari ventilasi, pencahayaan, hingga penyediaan oksigen sentral.

Tepat pukul sepuluh, suara gunting memotong pita disusul penandatanganan prasasti. Simbol sederhana, namun penuh makna. Dengan itu, RSUD Kabelota resmi memasuki babak baru layanan kesehatan yang tak hanya lebih manusiawi, tapi juga terstandarisasi.

“Bangunan berstandarisasi Kris adalah simbol bahwa rumah sakit ini telah memenuhi standar mutu layanan kesehatan yang terus berkembang,” ujar Bupati Vera dalam sambutannya. Di matanya, peresmian ini bukan hanya tonggak fisik, tapi juga komitmen pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan yang layak dan bermartabat kepada masyarakat Donggala.

Acara tersebut semakin bermakna karena dirangkaikan dengan Kegiatan pengabdian masyarakat oleh Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako, sebuah kolaborasi yang menegaskan bahwa kesehatan bukan hanya urusan tenaga medis, tetapi tanggung jawab bersama.

Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Kabelota, Hario Abi Kusumo, menjelaskan bahwa bangunan ini bukan hadir dalam sekejap. “Melalui proses panjang, mulai dari perencanaan, penganggaran, pengadaan, hingga evaluasi oleh Kemenkes dan Dinkes Provinsi, akhirnya kami bisa mulai mengoperasikan bangunan ini sejak 1 Juni 2025,” jelasnya.

Peresmian ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, mulai dari Ketua DPRD Kabupaten Donggala Moh Taufik, Kajari Donggala Andi Reni Rummana, para pimpinan OPD, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako, hingga jajaran direksi rumah sakit.

Di tengah semua keramaian, satu pesan terasa menggema kuat yaitu bahwa kemajuan sektor kesehatan adalah kerja kolektif. Bahwa untuk mewujudkan pelayanan yang baik, tidak cukup hanya membangun gedung, tapi juga harus merawat kepercayaan dan kebutuhan masyarakat.

Dengan peresmian ini, RSUD Kabelota tak hanya berdiri lebih megah. Ia berdiri lebih siap, untuk menyembuhkan, melayani, dan merangkul masa depan kesehatan Donggala yang lebih sehat dan manusiawi.***