DONGGALA — Lesunya perputaran uang di masyarakat turut menekan realisasi pajak daerah di Kabupaten Donggala. Kondisi ini dipengaruhi menurunnya aktivitas ekonomi dan ketatnya penyaluran kredit perbankan.

Kepala Bapenda Donggala, Mohamad Hafid, menjelaskan bahwa sebagian besar dana masyarakat saat ini hanya tersimpan di bank dan tidak beredar dalam kegiatan produktif.

“Menteri sudah bilang, uang tidak berputar. Makanya dikucurkan 200 triliun untuk menggairahkan pasar, tapi syarat kredit masih terlalu ketat,” ujarnya, Kamis (9/10/2025).

Menurut Hafid, situasi tersebut menimbulkan dampak berantai pada berbagai sektor usaha. Pelaku usaha kesulitan mengakses modal, sehingga aktivitas pasar melemah dan penerimaan pajak ikut terdampak.

Beberapa jenis pajak yang mengalami tekanan antara lain Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), pajak restoran, pajak hotel, serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Kondisi itu diperkirakan akan berlangsung hingga perputaran ekonomi kembali normal.

Bapenda berharap relaksasi kredit dan perbaikan iklim usaha dapat membantu meningkatkan pendapatan pajak pada periode mendatang.ADK