Ketua Tim Penggerak PKK Sulteng Dukung PAUD Inklusi di Parigi Moutong

waktu baca 2 menit
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan, saat memberikan sambutan di kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Pendidikan Inklusi Anak Usia Dini, Parigi Moutong. (FOTO: HUMAS PEMPROV SULTENG)

INFOSULTENG.ID, Parigi Moutong – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Sry Nirwanti Bahasoan, menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan pendidikan inklusif sejak usia dini. Hal ini ia sampaikan dalam kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Pendidikan Inklusi Anak Usia Dini (PAUD) yang digelar di Kabupaten Parigi Moutong, Rabu, 14 Mei 2025.

Dalam sambutannya, Sry Nirwanti menekankan pentingnya membangun layanan PAUD yang menyenangkan, interaktif, serta sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Menurutnya, PAUD bukan sekadar tempat bermain, tetapi fondasi pembentukan karakter dan kecerdasan anak bangsa.

“PAUD bukan hanya tempat anak bermain, tetapi merupakan fondasi karakter dan kecerdasan anak bangsa. Maka penting bagi kita semua memastikan layanan PAUD berjalan secara holistik dan integratif,” tegasnya.

Acara ini juga menghadirkan Kepala Sentra Nipotowe, Diah Rini Leswati, yang memaparkan pentingnya pendidikan inklusif dalam menciptakan ruang belajar yang ramah bagi semua anak, termasuk anak dengan kebutuhan khusus.

Tak hanya sosialisasi, kegiatan ini juga menjadi ajang konsolidasi Bunda PAUD dari seluruh kecamatan dan desa di Parigi Moutong.

Sry Nirwanti mendorong pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD di setiap wilayah sebagai mitra utama dalam merancang dan mengawasi layanan pendidikan anak usia dini.

“Saya berharap peran Bunda PAUD tidak hanya simbolik, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak yang membangun sinergi lintas sektor demi mewujudkan layanan PAUD yang berkualitas,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan anak usia dini sangat ditentukan oleh sinergi antara guru, lingkungan belajar, serta keterlibatan aktif orang tua dalam proses pengasuhan.

“Penguatan karakter sejak dini, transisi yang menyenangkan dari PAUD ke jenjang berikutnya, dan peran orang tua adalah kunci mencetak generasi emas masa depan,” tutupnya. RIL

Tinggalkan Balasan