Gubernur Sulteng Hadiri Haul di Pondok Pesantren Anwarul Quran

waktu baca 2 menit
Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng menghadiri peringatan Haul ke-13 Almarhum AGH. Abd. Wahab Zakariya. (FOTO: TIM MEDIA AH)

INFOSULTENG.ID, Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menghadiri peringatan Haul ke-13 Almarhum AGH. Abd. Wahab Zakariya yang digelar di Pondok Pesantren Anwarul Qur’an, Palu, pada Senin (12/5).

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulteng dr. Reny A. Lamadjido, Ketua Tim Penggerak PKK Sulteng Sry Nirwanti Bahasoan, Wakil Ketua DPRD Sulteng Syarifuddin Hafid, serta sejumlah tokoh ulama, akademisi, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi atas kontribusi para ulama terhadap pendidikan keislaman di Sulawesi Tengah.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga warisan keilmuan dan perjuangan tokoh-tokoh agama terdahulu, termasuk AGH. Abd. Wahab Zakariya yang dikenal sebagai salah satu ulama besar di wilayah tersebut.

“Perjuangan para ulama dalam membangun lembaga pendidikan Islam perlu terus kita hargai. Dulu mereka berjuang dalam keterbatasan, dan kita yang hidup di masa sekarang punya tanggung jawab untuk melanjutkannya,” ujar Anwar Hafid.

Gubernur juga memaparkan salah satu program keagamaan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, yakni gerakan Baku Sayang (Bersama Al-Qur’an, Sulawesi Tengah Aman, Jaya, dan Menang), yang antara lain mendorong distribusi mushaf Al-Qur’an ke berbagai wilayah. Hingga saat ini, sekitar lima ribu mushaf telah disalurkan kepada masyarakat.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pendidikan karakter di pesantren dan lembaga tahfiz, tidak hanya sebatas hafalan, tetapi juga penanaman nilai-nilai adab. Ia menilai pembentukan akhlak menjadi bekal penting bagi masa depan generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga membagikan pengalaman pribadinya saat berdakwah di masa muda bersama sejumlah tokoh agama.

Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dalam perjalanan spiritual dan kepemimpinannya.

Acara haul berlangsung dalam suasana khidmat, diisi dengan doa dan refleksi atas perjuangan AGH. Abd. Wahab Zakariya serta peran pondok pesantren dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan pendidikan di Sulawesi Tengah.*

Tinggalkan Balasan