Fathur Razaq dan Relawan Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Wombo

waktu baca 2 menit
Koordinator Rembuk Pemuda Sulteng, Fathur Razaq Anwar bersama relawan kunjungi Desa Wombo bersaudara pasca banjir. (FOTO: ISTIMEWA)

INFOSULTENG.ID, Donggala — Aksi solidaritas terus mengalir bagi warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala. Minggu, 1 Juni 2025, Fathur Razaq bersama istrinya, Athalla Tiara, didampingi Rembuk Pemuda Sulteng dan Relawan Berani (Bersama Anwar Reny), menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban di Desa Wombo Kalonggo dan Wombo Mpanau.

Bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan pokok seperti sembako serta satu unit ambulans yang diharapkan bisa mempercepat pelayanan kesehatan selama masa pemulihan pasca-bencana.

“Kami sangat prihatin melihat langsung kondisi warga di sini. Dampaknya tidak hanya kerusakan rumah dan infrastruktur, tetapi juga meninggalkan luka mendalam. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban mereka,” ujar Fathur Razaq, Koordinator Rembuk Pemuda Sulteng.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antar pihak dalam proses pemulihan. “Kita semua punya peran dalam membangkitkan harapan mereka,” tambahnya.

Kepala Desa Wombo Kalonggo, Zulfikar, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan dan dukungan dari para relawan.

“Kehadiran mereka sangat berarti bagi kami,” ujarnya.

Zulfikar juga menyebutkan bahwa Pemprov Sulawesi Tengah melalui BPBD telah mengerahkan bantuan berupa dapur umum, alat berat, serta pembangunan jembatan penghubung antara dua desa terdampak.

Camat Tanantovea, Anwar, mengapresiasi cepatnya respons dari berbagai pihak. “Kepedulian bersama seperti ini adalah kekuatan bagi warga kami yang sedang berjuang memulihkan kehidupan mereka,” katanya.

Selain itu, hadir pula Kepala BPBD Sulteng Akris Fattah dan Ketua Relawan Berani Rizki Samadani. Sejumlah komunitas dan relawan lain juga tampak aktif membantu penyaluran bantuan di lapangan.

Banjir bandang yang terjadi sebelumnya telah memutus akses utama dan merusak rumah-rumah warga, membuat upaya pemulihan kini menjadi fokus utama pemerintah dan berbagai elemen masyarakat. RIL

Tinggalkan Balasan