Palu – Warga Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, menyampaikan berbagai aspirasi kepada Anggota DPRD Kota Palu, Armin, dalam agenda reses yang digelar Rabu, 16 Juli 2025.
Sejumlah kebutuhan mendesak seperti perbaikan infrastruktur drainase, bantuan rumah ibadah, hingga dukungan untuk kelompok usaha masyarakat menjadi perhatian utama.
Salah satu Warga dari Rukun Warga (RW) 7 menyampaikan rasa terima kasih karena permohonan bantuan tenda untuk kelompok usaha telah direalisasikan dan tinggal menunggu penyerahan. Namun demikian, warga itu juga menyoroti persoalan banjir yang kerap melanda kawasan RT 3 dan RT 4 saat hujan deras.
“Air dari atas mengalir deras ke jalan karena saluran gorong-gorong tak mampu menampung. Dua ruas jalan berubah jadi seperti sungai. Kami berharap ini mendapat perhatian, apalagi sudah masuk musim hujan,” ucapnya.
Warga juga berharap kelurahan dapat mempermudah pengurusan administrasi, terutama izin usaha, tanpa mengabaikan kewajiban seperti lunas PBB dan iuran sampah.
Tak hanya itu, Dia juga mempertanyakan kemungkinan bantuan renovasi untuk masjid yang atapnya sudah 22 tahun tak terganti dan kini tak bisa lagi ditambal sulam.
Sementara itu, warga RW 5 menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Armin terhadap pembangunan di wilayahnya. Dua fasilitas olahraga di RT 6 disebut merupakan hasil perjuangan langsung Armin, bahkan saat belum lengkap dokumen pendukungnya.
“Jangan sampai ada yang mengklaim itu usulan pihak lain. Saya tahu betul, itu Pak Armin sendiri yang urus,” tegasnya.
Warga itu juga mengusulkan perhatian untuk kelompok Dasawisma Komuning, yang rutin kerja bakti setiap akhir pekan. Dia mengusulkan agar kelompok ini mendapatkan seragam atau bantuan dalam bentuk pembentukan UMKM.
“Ada peluang program UMKM. Dasawisma bisa dibentuk jadi lima kelompok usaha, agar bisa dapat bantuan Rp2 juta per kelompok,” ujarnya.
Lebih lanjut, warga dari kedua RW juga sepakat memperkuat program Kampung Iklim, termasuk penghijauan lingkungan dengan penambahan pot dan tanaman di area publik.
Menanggapi aspirasi warga, Anggota DPRD Kota Palu Armin menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan berbagai usulan, terutama yang sudah masuk ke dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).
“Usulan seperti drainase atau ‘renase’ insyaallah sudah masuk dalam program 2027. Kalau memungkinkan, bisa kita sisip di ABT 2026. Tapi ini tentu tergantung ketersediaan anggaran,” jelasnya.
Armin juga membuka peluang bantuan untuk 40 pelaku usaha kuliner rumahan, masing-masing Rp2 juta tanpa pengembalian. Namun, warga harus melengkapi syarat seperti nama usaha, KTP, KK, foto produk kuliner, dan surat izin dari kelurahan.
“Yang penting nama usaha sudah masuk dalam SK dari dinas. Setelah itu akan diverifikasi, dan kalau lolos, bantuannya akan cair di bulan Agustus,” jelas Armin.
Ia juga menekankan pentingnya menyelesaikan kewajiban pembayaran PBB dan iuran sampah agar proses perizinan tidak terhambat.
“Sudah keluar biaya tapi akhirnya tak lolos verifikasi karena belum lunas PBB, itu sangat disayangkan,” tambahnya.
Terkait permintaan bantuan untuk masjid, Armin menjelaskan bahwa sejak tahun ini dana untuk rumah ibadah tak lagi bisa dititipkan melalui anggota dewan, melainkan harus diajukan langsung ke Wali Kota. Ia juga membuka peluang bantuan lewat dana CSR dari pusat.
“Saya siap bantu bawa proposalnya ke Jakarta bila memungkinkan, tapi sekarang aspirasi tidak bisa lagi dititipkan melalui anggota DPRD. Sudah ada ketentuan dari BPK,” katanya.
Armin turut menanggapi usulan pembentukan kelompok UMKM oleh Dasawisma, termasuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Menurutnya, kelompok seperti ini bisa mendapat bantuan asal memenuhi syarat dan lolos verifikasi dari OPD.
Menutup pertemuan, Armin juga menyoroti persoalan sampah yang beberapa hari terakhir menjadi keluhan warga. Ia bahkan menyebut dirinya juga mengalami hal serupa.
“Sampah di belakang rumah saya belum diangkat. Mungkin karena mobil sampah sudah penuh. Ini nanti akan kami koordinasikan dengan kelurahan,” kata Armin. RIL